Toilet Versus Surga
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 12 Des 2019, 07:24:49 WIB | dibaca 525 kali Opini
Toilet Versus Surga

Suatu sore terjadi pecakapan antara seorang kakek dan penjaga toilet. Sang kakek bermaksud masuk toliet untuk buang air kecil. Untuk masuk ke dalam tolilet ini, kakek harus bayar Rp. 2000, kata sang penjaga. Mendengar itu, si kakek malah menangis. Maaf Kek, tidak usah menangis, kata penjaga. Kalau Kakek tidak punya uang untuk masuk toilet ini, nanti saya gratisin. Silakan kakek tinggal masuk saja.

Sang Kakek kemudian berkata “ Aku menangis bukan karena tidak punya uang, nak. Kakek malah punya uang banyak. Jangankan hanya membayar harga untuk masuk toilet ini, toilet ini pun Kakek bisa beli kalau dijual”.

"Lantas kalau begitu, mengapa Kakek menangis?” Tanya penjaga itu penasaran. Maka berkatalah sang Kakek “Aku menangis karena tempat najis dan sekotor ini pun punya harga yang perlu dibayar untuk masuk. Apalagi surga yang begitu harum dan indah, berapa pula harga yang harus kubayar. Cukupkah uang dan amalanku untuk membayar harga tiket ke surga?” mendengar penjelasan Sang kakek, penjaga pun terdiam bahkan ikut menitikkan air mata.

Tiket masuk toilet hanya Rp. 2000,- dan berapa harga tiket masuk surga? Itu yang terbayang saat mengikuti cerita di atas. Toilet saja dibayar, apatah lagi surga tempat yang indah, tentu saja tidak gratis. Surga merupakan tempat di akhirat yang dijanjikan Allah bagi orang yang beriman. Kehidupan surga penuh keselamatan, kebahagiaan dan kemuliaan. Kenikmatan surga bagi masyarakat surga, mereka memperoleh kenikmatan yang tidak pernah dirasakan di dunia. Informasi tentang kenikmatan surga, fasilitas surga, bidadari bidadari surga, makanan dan minuman di surga, semua dapat dibaca dalam Kitab Al Quranul Karim.

Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Siapa yang enggan ya Rasulullah? Yang taat kepadaku akan masuk surga, yang tidak taat padaku, dialah yang enggan. Demikian salah satu sabda baginda nabi Muhammad saw. Intinya, tiket masuk surga adalah taat kepada nabi, yakni menjalankan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Aktualisasikan ajaran shalat sebagai ibadah utama dan paling pertama dihisab di akhirat. Islam agama yang diajarkan oleh Allah kepada nabi Muhammad saw melalui Jibril as. Islam agama selamat. Maka dikatakan bahwa orang muslim itu adalah orang yang selamat dari orang muslim lainnya, selamat dari perkataan dan perbuatannya.

Man ahabbani kaana ma’iy filjannah, barang siapa yang mencintai aku, akan bersamaku di dalam surga. Sepintas terbayang dalam benak, hanya dengan mencintai Rasulullah Saw, seseorang akan masuk surga dan akan bersama dengan nabi Muhammad saw. Tetapi perlu disadari bahwa cinta kepada nabi bukan sekedar perkataan cinta. Tetapi cinta nabi itu adalah kesiapan untuk melebur diri dalam ajaran nabi Muhammad saw. Siap mengikuti segala titah yang bersumber dari Al-Quran dan hadits. Bersiap menjadikan nabi akhiruzzaman itu sebagai idola, suri teladan, ikutan yang terbaik. Orang yang demikianlah akan bersama nabi dalam surga..

Maulid nabi yang sering dilaksanakan oleh ummat Islam adalah salah satu upaya kecintaan kepada nabi Muhammad saw. Kecintaan yang mendekatkan diri kepada surga. Membahas sejarah hidup manusia agung yang terlahir untuk rahmat bagi semesta alam. Dengan maulid, ummat diharapkan memahami sejarah kehidupan baginda nabi. Bagaimana akhlaknya ketika kanak-kanak. Bagaimana etikanya saat remaja, saat muda, saat dewasa. Bagaimana jati dirinya sebagai nabi utusan Allah SWT.

Semua yang dilakukan nabi adalah cerminan prilaku penghuni surga. Adab dan akhlaknya yang membumi, selalu sejuk jika berhadapan dengan orang lain. Akhlaknya adalah Al-Quran, oleh karena itu setiap ummat Islam yang mengidolakan nabi Muhammad saw, harus membaca, memahami dan mentadabburi Al-Quran. Banyak informasi dari Al-Quran tentang surga dan penghuninya.

Segala kenikmatan surga tentu tidak gratis, demikian yang dituturkan oleh M. Husnaini, ibarat tempat wisata, katanya, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket, jika tidak memiliki tiket, harap mundur. Masuk surga juga punya tiket. Untuk memperoleh tiket ke dalam surga. Ada lima kebaikan yang harus dilakukan oleh ummat untuk mendapatkan tiket masuk surga.

Pertama: mencegah diri dari kemaksiatan. Hal sepele, dimana seseorang aktif ibadah aktif juga bermaksiat. Salat lima waktu tetapi tetap membully teman. Mengolok-olok rekan kerja. Padahal al-Quran telah mengingatkan, berhati-hatilah mengolok teman sebab bisa jadi yang diolok-olok itu lebih mulia dari yang mengolok olok (QS. Al Hujurat, 49 : 11) kemampuan mencegah diri dari maksiat, salah satu tiket masuk surga.

Kedua: Hidup Sederhana, meski kaya tetapi sikap hidup tetap sederhana. Sederhana bukan berarti miskin. Miskin sudah tentu sederhana, namun kaya tetapi tetap tawadhu hidup dalam kesederhanaan. Kaya tapi lupa diri jauh dari surga. Qarun dulu kaya membuat pecinta dunia tergiur dan ingin memiliki harta seperti Qarun (QS. Al Qashash 28: 79) Rasulullah pernah bersabda “Saya berdiri di pintu surga, kebanyakan yang memasukinya adalah orang-orang sederhana dalam hidupnya.

Ketiga: Mengerjakan amalan ketaatan kepada Allah Swt. Islam dididik untuk taat aturan. Agama yang dimaknai tatanan kehidupan tanpa kecau balau. Untuk tidak kacau, tentulah harus taat aturan. Aturan tetinggi adalah bersumber dari Allah swt. Taat kepada pembuat aturan tertinggi, balasannya tidak lain adalah rahmat Allah, dan salah satu rahmat Allah itu adalah Surga.

Keempat: Mencintai Orang-orang saleh. Jika ada orang jahat mengaku berbuat baik, itu alamat kiamat. Jangan bergaul dengan mereka. Bergaul dengan orang saleh memberikan safaat kepada kita. Pentingnya bergaul dengan orang saleh, karena, kata Rasulullah saw,  setiap orang akan bersama dengan kekasihnya (HR. Bukhari Muslim),.

Kelima: Berdoa agar wafat dalam keadaan husnul khatimah. Memperbanyak doa kepada Allah agar dapat menutup hidupnya dengan husnul khatimah. Wafat dalam keadaan husnul khatimah tentulah menuju tempat indah yang bernama surga. Banyak berdoa merupakan titah Tuhan Yang Maha Esa, berdoalah, sebab Allah akan mengabulkannya (QS. Al-Baqaran 2: 186).

Selain yang diungkapkan di atas, kunci surga tentu masih banyak. Mencintai Nabi adalah kunci surga, mencintai orang tua juga kunci surga. Berseteru dengan orang lain bisa membuat kehilangan kunci. Nabi menyebutkan bahwa “La yadkhulul jannah qaathiurrahmi” tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi. Wallahu a’lam bissawab (Manding, 11 Desember 2019)

Penulis: Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I (Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Polman).

Acc/Editor by Inmas Kemenag Polman (Ahmad F).
 


Download File : wink-toilet-character-cartoon-style-vector-19089903.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan