Ulama Yang Komunikatif
Mengenang Dua Tahun Wafatnya DR. KH. Mochtar Husein oleh Ustd Ilham Sopu

By Administrator 04 Nov 2019, 18:38:22 WIB | dibaca 600 kali Opini
Ulama Yang Komunikatif

"Al Ulama Warasatul Anbiya "

Salah satu fungsi dari seorang ulama adalah sebagai mediator informasi informasi yang telah disampaikan oleh nabi. Memberikan pencerahan terhadap masyarakat, pencerahan yang menyejukkan, dengan bahasa yang mengandung hikmah, nasehat nasehat yang baik, dan memberikan argumentasi yang rasional berdasarkan dalil dalil mengedepankan moralitas. Sebagaimana yang sering dikutip para mubaligh tentang metodologi dalam menyampaikan pesan pesan ketuhanan "Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasehat nasehat yang baik, dan berilah argumentasi yang terbaik.

Mengenang wafatnya KH Mochtar Husein yang memasuki tahun kedua, salah seorang ulama yang berasal dari tanah mandar, tepatnya di pambusuang kec Balanipa, tahun 1940 beliau lahir dari keluarga sederhana dan sangat mengedepankan nilai-nilai agama, dikampung beliau dipanggil dengan panggilan "Muda' ",panggilan yang sangat familier terhadap Kyai Mochtar, sejak kecil beliau sangat cinta terhadap ilmu, beliau betul betul memanfaatkan desa kelahirannya sebagai kampung ulama, tempat pengkaderan ulama, kampung pambusuang, sangat terkenal dengan tradisi baca kitab kuning. Banyak kyai kyai kampung yang mengajarkan kitab kuning.  Disitulah Mochtar Husein kecil memanfaatkan momentum untuk belajar agama khususnya dalam kajian kitab kuning. Dan itulah yang menjadi ciri khas dari kampung pambusuang dari dulu sampai sekarang.

Penguasaan terhadap kitab kuning adalah sesuatu yang menjadi ciri khas dari ulama ulama yang belajar di pambusuang, sehingga Kyai Mochtar sebelum pergi melanjutkan pendidikannya di Makassar, sudah sangat matang terhadap ilmu ilmu alat, sebagai pintu masuk untuk memperdalam ilmu ilmu keagamaan, misalnya tafsir, hadis, fiqh, dan lain lain. Untuk dapat mengkaji ilmu ilmu keislaman yang berbahasa arab dan tidak punya baris tersebut. Adalah suatu keniscayaan terhadap penguasaan ilmu ilmu bantu yakni ilmu nahwu dan sharaf serta ilmu ilmu bahasa lainnya.

Salah satu kelemahan ulama ulama kita di sulsel adalah kurangnya memanfaatkan media untuk menulis atau memproduksi karya karya intelektual. Padahal dibidang keilmuan mereka itu sangat punya kapasitas yang sangat luar biasa. Ini sangat berbeda dengan ulama ulama yang ada di Sumatra dan tanah jawa khususnya ditanah minang, mereka itu punya ulama yang kharismatik dan banyak menghasilkan karya karya tulis. Katakanlah misalnya Buya Hamka, beliau bukan cuma ahli menyampaikan pesan pesan keagamaan secara lisan, tapi beliau juga punya karya intelektual di bidang penulisan Yang begitu banyak, katakanlah misalnya karya terbaik dari Buya Hamka adalah tafsir Al Azhar yang berjilid jilid. Berbeda dengan kita di Sulawesi tradisi dibidang penulisan waktu itu masih sangat langka, sehingga sulit kita mendapatkan hasil karya ulama ulama dulu yang begitu kharismatik.

Ini berbeda dengan KH Mochtar Husein, beliau seorang ulama Yang dikenal sebagai singa podium, orator, dan juga seorang ulama yang sangat produktif dalam menulis. Saya teringat ketika saya aktif kuliah di makasar ditahun 90 an,  saya sering mengikuti ceramah beliau di mesjid mesjid dikota makassar maupun dialog dialog keagamaan Yang beliau bawakan. Disamping beliau aktif di dunia dakwah, juga sangat produktif di bidang kepenulisan, diberbagai media di makassar waktu itu banyak diwarnai tulisan beliau, khusus harian pedoman rakyat yang merupakan koran terdepan di makasar waktu itu,  tiap jumat beliau menulis di kolom mimbar jumat. Saya tidak pernah lewatkan tulisan tulisan beliau di harian pedoman rakyat.

Disamping aktif dibidang dakwah, Kyai Mochtar dikenal aktif dibidang organisasi keagamaan khususnya Majelis Ulama Indonesia Sulawesi selatan. Beliau pernah menduduki ketua MUI Sulsel. Dibidang keilmuan sangat aktif mengkaji ilmu ilmu keislaman khususnya di bidang tafsir. Semangat dalam mengkaji keilmuan keislaman tidak pernah kendor dalam hidupnya. Dibidang pendidikan, beliau dimasa masa tuanya dan mulai sakit sakitan, karena semangatnya di bidang keilmuan, kembali melanjutkan pendidikannya S3 nya,konsentrasi di bidang tafsir, di IAIN syarif hidayatullah Jakarta yang waktu itu belum berubah menjadi UIN. Beliau mengupas dalam karya disertasinya konsep ulama menurut Al Qur'an.

Dimasa masa udzur beliau, dan hanya bisa duduk di kursi roda, setiap berkunjung ke rumah beliau di jalan belibis makasar, selalu tidak pernah lepas mengkaji kitab kitab keislaman dan beliau juga memanfaatkan waktu terus menulis, beliau selalu memberikan nasehat tentang pentingnya terus belajar dan mencoba mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari.

Bukan hanya sukses dibidang keilmuan dan dakwah, beliau juga berhasil mendidik keluarga dan anak anaknya yang menjadi orang yang sukses semua dibidangnya. Beliau punya lima orang putra dan dua orang putri. Bahkan salah seorang anaknya yang sukses di bidang hukum, pakar hukum tata negara, Yang sering tampil di berbagai tv nasional dalam berbagai dialog yang bertemakan tentang hukum dan politik.  Kesuksesan Kyai  Muchtar dalam mendidik anak anaknya,  pernah suatu ketika, Prof Umar Shihab, kakak kandung dari Prof Quraish shihab,  bertanya ke Kyai Mochtar, apa resepnya Pak Kyai Mochtar sehingga berhasil mendidik anak anaknya menjadi orang hebat semua. Jawaban Kyai Mochtar waktu itu ke Prof Umar adalah,  Saya banyak berdoa dan mendidik dengan baik dan saya tidak pernah memberikan makanan Yang haram terhadap anak anak saya,  jawab Kyai Mochtar ke Prof Umar Shihab.

Kita dari generasi muda perlu mencontoh beliau dalam semangat dalam menuntut ilmu, yang tidak mengenal tua tetap semangat dalam mengkaji ilmu yang sampai diakhir hayat tetap fokus dalam belajar. Amal amal jariahnya yang menjadi amalan amalan yang tak pernah putus, apakah dari karya karya intelektual beliau berupa buku buku maupun anak anak beliau telah sukses yang merupakan hasil didikan dari beliau.

Alfatihah untuk KH Dr Muchtar Husein.

(Pambusuang, Selasa 8 Oktober 2019)

Penulis: Ustd Ilham Sopu (ASN Kemenag Polman/Pembina Ponpes Nuhiyah)

Acc/Editor by Inmas Kemenag Polman (Ahmad F)


Download File : ilmuwan-muslim-_140502112253-620.JPG



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan