Tuntutlah Ilmu Walaupun Ke Negeri China
Sebuah Renungan dan Telaah Oleh Ustd Ilham Sopu

By Administrator 04 Nov 2019, 17:04:10 WIB | dibaca 823 kali Opini
Tuntutlah Ilmu Walaupun Ke Negeri China

Dalam kaidah usul fiqh terdapat ungkapan "Al aslu fil amri lil wujub", asal dari perintah itu adalah wajib. Banyak teks teks dalam ungkapan keagamaan baik dari Qur'an maupun hadis yang menunjukkan perintah, misalnya, Bacalah, Ajaklah, Sujudlah, Ambillah, dan seterusnya, perintah perintah ini menunjukkan bahwa kita diwajibkan melakukan aktivitas pembacaan, mengajak, bersujud. Demikian juga sebaliknya bahwa setiap ungkapan larangan dalam teks keagamaan itu menunjukkan bahwa itu adalah larangan untuk kita lakukan. Al Qur'an adalah kitab yang sangat kompleks, pesan pesannya bersifat universal. Untuk memahami dengan baik isi kandungan AlQuran dibutuhkan pemahaman tentang berbagai perangkat yang berkaitan ilmu ilmu AlQuran, seperti ilmu bahasa arab, asbabun nuzul, pengetahuan tentang ayat ayat makkiyah dan madaniyah, dan ilmu ulumul Qur'an lainnya.

Begitupun yang berkaitan dengan hadis Nabi, ada perangkat perangkat dalam memahami suatu hadis, ada ilmu asbabul wurud, bagaimana konteks suatu hadis sewaktu diucapkan oleh Nabi. Ada pemahaman tekstual dan kontekstual suatu hadis, bahkan ada pemahaman terhadap sesuatu yang berlaku hanya di suatu tempat saja. Seperti hadis tentang memelihara jenggot, mungkin hanya cocok untuk masyarakat arab, untuk Indonesia mungkin tidak bisa diperlakukan secara umum. Karena akan bermasalah bagi mereka yang tidak berpotensi untuk berjenggot. Penafsiran hadis secara teks dan kontekstual, seperti yang pernah dilakukan oleh sahabat waktu diutus Nabi ke suatu daerah.

Bunyi hadis itu adalah "janganlah engkau shalat ashar diantara kamu kecuali diperkampungan bani quraidhah". Para sahabat terbagi dua dalam memahami hadis ini, karena dalam perjalanan sebelum sampai di perkampungan bani quraidhah, waktu ashar hampir habis, ada sahabat yang melakukan shalat ashar, dan juga yang tidak, karena teks hadis shalat ashar nanti di perkampungan bani quraidhah sekalipun waktunya sudah habis. Setelah peristiwa ini dilaporkan kepada Nabi, Nabi membenarkan keduanya. Ini adalah interpretasi para sahabat dalam memahami suatu hadis, sahabat yang melaksanakan shalat memahami perintah Nabi supaya bercepat cepat dalam perjalanan, dan sahabat  yang shalat di bani quraidhah betul-betul berpatokan kepada bunyi perintah Nabi.

Namun pemahaman keagamaan tidak selamanya bisa di kontekstualisasikan atau diinterpretasikan secara metaforis, ada teks teks keagamaan yang  bersifat qat'iyyun bersifat tetap, dan juga yang bersifat dzanniyyun atau butuh interpretasi untuk bisa memahaminya. Ini dapat kita pelajari dalam ilmu ulumul qur'an. Misalnya ayat tentang tauhid mengesakan Tuhan, adalah ayat yang bersifat qat'i tidak butuh lagi interpretasi. Namun perbandingan antara ayat ayat qat'i dan ayat ayat dzanni, lebih banyak ayat yang bersifat dzanni. Ini artinya bahwa Alqur'an adalah kitab yang mendorong kita untuk lebih banyak melakukan kerja kerja intelektual, mendorong kita untuk memanfaatkan potensi yang kita miliki untuk selalu berijtihad menggunakan akal untuk kemajuan peradaban Islam.

Diantara hadis yang membutuhkan suatu pemahaman yang konfrehensif adalah hadis tentang anjuran atau perintah untuk menuntut ilmu sekalipun ke negeri china. Dibutuhkan suatu pemahaman yang konfrehensif tentang hadis ini, bisa jadi china waktu itu sangat maju, atau karena pentingnya ilmu sehingga bagaimanapun jauhnya, haruslah didatangi tempat itu. Lalu bagaimana memahami hadis itu dalam konteks sekarang, apakah china masih layak dijadikan obyek dalam menuntut ilmu. Tentu disini sangat kondisional, memang di abad ke VII M, china dikenal maju, sementara barat waktu itu belum di kenal, masih sangat primitif. Namun dalam konteks sekarang dunia sudah sangat berubah, kemajuan ilmu dan teknologi sangat didominasi oleh negara negara barat.

Para generasi terbaik bangsa banyak yang melanjutkan pendidikannya ke negara negara barat, apakah ke eropa atau ke amerika. Kebanyakan cendekiawan yang mewarnai negara kita saat ini adalah alumni alumni barat dan alumni alumni timur tengah. Itulah sebabnya Prof Komarudin Hidayat pernah menulis di salah satu bukunya, seandainya Nabi masih hidup sekarang mungkin akan mengatakan, Tuntutlah ilmu sekalipun di Amerika, mengingat kemajuan amerika di iptek sangat luar biasa. Jadi memahami hadis diatas hendaklah dipahami secara konteks atau makna secara kondisional.  Bukan berarti merubah hadis itu secara teks tapi kita harus memahaminya secara konteks. Bahwa dulu Nabi menyebut china sebagai obyek atau tempat untuk dijadikan pencarian ilmu, karena majunya peradaban china pada waktu itu.

Tetapi dalam konteks dunia hari ini, peradaban ilmu sudah berpindah ke amerika dan eropa, mungkin china masih maju dibidang yang lain, tapi dalam dunia pendidikan kita sekarang berkiblat ke dunia barat terutama di bidang metodologi keilmuan. Sementara dunia di kawasan timur agak ketinggalan. Maka dalam memahami hadis tersebut bukan lagi china sebagai obyek tempat dalam menuntut ilmu tetapi diganti dengan negara negara lain yang dianggap sudah maju. Teks tidak perlu untuk dirubah tapi substansi dari teks itu yang perlu di interpretasi ulang, atau semangat dari hadis itu yang perlu dikedepankan. Itu yang dimaksud dengan pemahaman secara kontekstual. Bukan pemahaman secara teks, sebab akan mengurangi pemahaman islam yang ajarannya sesuai dengan zaman dan tempat.

Pemahaman terhadap islam dibutuhkan suatu pemahaman yang multi interpretatif, bukan hanya pendekatan yang monolitik, karena ajaran ajaran islam itu universal tidak partikular, ajaran ajaran islam itu sangat fleksibel dan dinamis sehingga tidak kaku menghadapi perubahan perubahan zaman yang begitu cepat perkembangannya. Islam sangat menuntut para penganutnya untuk menganjurkan mempergunakan potensi potensi yang dimilikinya yakni potensi akal dan potensi nuraninya. (Bumi Nuhiyah,  21 Oktober 2019).

Penulis :  Ustd Ilham Sopu (ASN Kemenag Polman/Pembina Ponpes Nuhiyah Pambusuang)

Acc/Editor by Inmas Kemenag Polman (Ahmad F)


Download File : Kewajiban-Menuntut-Ilmu-Agama.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan