TEMUKAN SURGA DALAM REALITA HIDUPMU
Oleh : Nardjus

By Administrator 11 Des 2020, 04:22:13 WIB | dibaca 235 kali Opini
TEMUKAN SURGA DALAM REALITA HIDUPMU

Setiap manusia normal yang hidup di muka bumi memiliki tujuan hidup. Apapun profesi dan statusnya, kaya-miskin, bahkan apapun agama yang dia yakini pasti  mendambakan kehidupan yang lebih baik di akhirat kelak. Dan manusia akan berusaha meraih kehidupan yang menyenangkan untuk diri maupun keluarganya, agar bersama-sama  berperilaku yang dapat menyebabkan manusia  sebagai penghuni surga.

Pelbagai cara manusia usahakan untuk meraih kehidupan yang menyenangkan dan membahagiakan dirinya, maupun orang lain bergantung kepada individu masing-masing. Karena manusia dalam melakoni hidupnya mempunyai pilihan dan juga way of life untuk meraih kenikmatan hidup yang abadi.

Sayangnya, manusia dalam meraih kenikmatan hidup yang abadi di akhirat kelak kadang terlalu utopis dan tidak menghiraukan bahwa apa yang dia lakukan di bumi ini berharap membawanya pada kenikmatan surga yang abadi ternyata tidak menjadi kenyataan disebabkan kekeliruan manusia dalam memahami ajaran agamanya yang sangat mulia tetapi tidak mempraktikkan nilai-nilai luhur agama dalam kehidupannya.

Ada beberapa hal manusia yang beriman kepada Allah swt. dapat mewujudkan mimpinya meraih surga di akhirat kelak berdasarkan petunjuk Al Quran dengan berupaya menemukan surga dalam kehidupan nyata lebih dahulu sebelum manusia itu berpindah ke alam akhirat kelak. Upaya meraih surga itu digambarkan dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 133 dan 134 ( baca Tafsir Al Mishbah Jilid 02 , M.Quraish Shihab ) ,  dari uraian Tafsir Al Mishbah kedua ayat itu penulis memahaminya bahwa ada beberapa cara manusia beriman yang perlu dilakukan di dunia  agar dapat meraih surga.

Pertama, Bersegera Memohon Ampunan Allah

Manusia dalam kehidupannya tidak luput dari kesalahan, bahkan manusia pertama yaitu Adam juga tak luput dari kesalahan, hanya saja adakah  manusia itu mau menyadari kesalahan yang diperbuatnya ataukah tetap pada kesalahannya dan mengaggap perbuatan salah menjadi hal yang biasa bahkan parahnya kesalahan itu diyakini menjadi sebuah kebenaran.

Padahal untuk meraih surga seharusnya manusia ketika berbuat salah dan menyadari kesalahannya maka bersegeralah menuju ampunan Allah dengan taubat nasuha dalam arti manusia yang berbuat salah bertekad dalam dirinya untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang menyebabkan diri sendiri dan orang lain teraniaya.

Kedua, Menafkahkan Harta

Bumi dengan segala isinya sebagai anugerah Allah dapat dimanfaatkan manusia untuk keperluan hidupnya, sehingga berlomba-lombalah manusia memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari kebutuhan dasar sehari-hari, berupa sandang, pangan dan papan. Profesi manusia pun bebeda-beda dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang berprofesi sebagai guru, buruh ,petani, pengusaha, dokter, pengacara, dan berbagai macam pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Apapun profesi manusia pasti mempunyai kecenderungan untuk mencintai harta, apakah dia orang kaya, miskin, berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan semuanya ada kecenderungan mengumpulkan harta karena memang manusia itu diciptakan dengan kecenderungan mencintai harta.

Harta bisa dalam bentuk uang, barang elektronik, emas, berlian, televisi, laptop, hp, mobil, motor, hasil pertanian, peternakan, dan juga surat-surat berharga lainnya yang dapat ditukar dan mempunyai nilai yang sama dengan uang.  Hanya saja harta yang dimiliki itu, apakah mendatangkan manfaat kepada si pemilik harta dan juga orang lain, karena  harta pada hakikatnya adalah titipan Allah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai yang dikehendaki oleh Sang Pemberi harta.

Salah satu jalan dari banyak jalan agar manusia beriman dapat meraih surga kelak,  adalah dengan jalan menginfakkan hartanya di jalan Allah. Tentunya menginfakkan harta untuk meraih surga dilakukan di dunia ini bukan menunggu datangnya hari kiamat baru menyadari bahwa untuk dapat meraih surga tentunya dengan cara menafkahkan hartanya baik dalam keadaan lapang maupun sempit dalam realita hidup manusia di bumi ini. Oleh karena itu, salah satu jalan agar manusia dapat meraih surga adalah dengan cara menginfakkan hartanya baik dalam keadaan senang maupun susah.

Terkenang pada masa kecil dulu, dimana para orang tua kita dahulu meskipun secara lahiriah harta  yang  dimiliki hanya cukup untuk kehidupannya sehari-hari, tetapi ketika ada makanan yang enak,  rasa bahagia tampak di wajahnya manakala makanan yang enak itu dibagikan secukupnya ke tetangga-tetangga.

Ketiga, Menahan Amarah

Manusia itu tak luput dari masalah, baik masalah pribadi, maupun dalam bertetangga, bermasyarakat, hubungan antarkelompok, suku, agama, dan paham keagamaan kadang terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan terjadi konflik dan menimbulkan amarah yang tidak terkendali sehingga kehidupan yang ramah dan kegotongroyongan, serta kedamaian seketika berubah menjadi saling menghujat, menghina, dan menebarkan kebencian, apalagi jika dipicu massifnya berita-berita hoax lewat media sosial.

Pada sisi lain, ada saja sekelompok manusia yang berjuang dalam menebarkan kebenaran atas nama agama tetapi apa yang dilakukannya jauh bertentangan dengan ajaran agama yang diyakininya. Sekelompok orang itu berjihad di jalan Allah dengan alasan bahwa ini adalah perintah agama. Sayangnya, jihad yang ditempuh dengan melampiaskan amarahnya dengan cara membunuh dirinya dan orang lain dengan harapan ketika dia mati dengan cara itu akan dijemput bidadari-bidadari di surga. Padahal  keyakinan seperti itu tidak memiliki landasan yang kuat bahkan tidak ada satu pun ayat di dalam Al Quran yang membolehkan atau memerintahkan orang untuk membunuh dirinya apalagi membunuh orang lain yang tidak berdosa dan tidak mengerti apa-apa, hanya karena dia berbeda dengan kita.

Pesan Al Quran sangat jelas, bahwa kalau engkau  ingin meraih surga, maka kendalikan amarahmu kepada sesama makhluk Allah di bumi ini,  itulah jalan dalam realita hidupmu, agar dapat mewujudkan impian meraih surga dengan jalan mengendalikan amarah bukan dengan cara melampiaskan amarah yang menyebabkan diri sendiri, bahkan orang lain yang tak bersalah menjadi korban pembunuhan akibat keyakinan yang sangat keliru itu.

Keempat, Memaafkan Orang Lain

Kalau kita pernah dikecewakan, dan disakiti seseorang, apakah itu masalah pribadi, hubungan antarteman, tetangga, dan rekan sekerja, sebagai manusia yang mempunyai perasaan maka dalam diri akan muncul amarah berupa emosi yang jika tidak terkendali akan membuat hati tidak tenang dan memicu diri untuk melampiaskan dendam.

Pada posisi orang yang dikecewakan, disakiti dan dia berada dalam kondisi mampu membalas rasa kecewa dan sakit hatinya lalu dia tidak melampiaskan dendam yang bergejolak di hatinya kepada orang yang menyakitinya, meskipun dia bisa saja membalas setimpal dari perlakuan orang itu, malah memaafkan dengan setulus hatinnya, maka itulah jalan dalam realita hidup setiap orang dapat meraih surganya di akhirat kelak.

Kelima, Berbuat Baik kepada Orang yang Pernah Melakukan Kesalahan

Banyak jalan dalam realita hidup manusia dapat meraih surganya Allah kelak di hari akhirat. Jalan-jalan meraih surga itu dengan cara berbuat baik kepada orang yang pernah melakukan kesalahan kepada kita. Meskipun, berat rasanya berbuat baik kepada orang yang pernah melakukan kesalahan apalagi kesalahan itu menimpa dan menyakiti diri sendiri.

Jadi jalan-jalan meraih surga itu dapat ditempuh dalam realita hidup sebagaimana yang digambarkan Al Quran surah Ali Imran ayat 133 dan 134 yaitu dengan jalan bersegera memohon ampunan Allah jika berbuat salah dan bertekad tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Kemudian berusaha mengendalikan amarah ketika mendapatkan masalah yang seharusnya suasana yang dihadapi membolehkan dia untuk marah, disamping itu bukan saja dia mampu mengendalikan amarahnya tapi dia juga mampu memaafkan orang-orang yang pernah menyaktinya. Orang-orang seperti inilah yang didalam hatinya tidak menyimpan dan melestarikan penyakit hati yang biasa bersemayam di hati manusia, seperti, iri hati,  dendam, dengki, takabbur, dan riya sehingga kehidupan orang seperti ini, hatinya senantiasa merasakan kedamaian, ketenteraman, dan kebahagiaan

Saya teringat kisah nabi Yusuf as. Ketika dia dikhianati oleh saudara-saudaranya dan dimasukkannya ke dasar sumur, lalu saudara-saudaranya melaporkannya kepada sang ayah ( nabi Ya’kup) bahwa saudaranya telah diterkam serigala betapa sedihnya Ya’kub ketika itu. Dan pada saat negeri Mesir ditimpa masa paceklik orang-orang datang ke Istana raja termasuk saudara-saudara nabi Yusuf yang pernah mengkhianatinya tidak tahu bahwa orang yang menolongnya memberi bantuan pada masa paceklik itu adalah saudaranya sendiri yaitu nabi Yusuf as. Dan nabi Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya yang merasa bersalah karena telah mengkhianatinya, sebagaimana diungkapkan dalam Al Quran surah Yusuf ayat 92, . . . “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang diantara para penyayang.” Nabi Yusuf telah memperlihatkan akhlaknya yang mulia meskipun dia pernah disakiti dan dikhianati oleh saudaranya sendiri tapi dia mampu mengendalikan amarahnya, dengan memaafkan dan berbuat baik kepada saudara-saudaranya tersebut.

Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya yang berjudul “Tafsir Kebahagiaan,” mengungkapkan bahwa,”orang yang mudah memaafkan adalah orang yang hidupnya bahagia. Sebab, memaafkan tidak lahir kecuali dari hati yang bahagia.” Jadi semakin jelaslah disini bahwa orang-orang yang hatinya selalu merasakan bahagia, maka disamping dia mampu mengendalikan amarah dia juga akan  mampu berbuat baik kepada orang-orang yang pernah mengecewakan dan menyakitinya itulah jalan-jalan menggapai kenikmatan berupa surga yang diperuntukkan kepada orang orang yang bersegera memohon ampunan Allah, menafkahkan hartanya dalam keadaan lapang maupun sempit, mengendalikan amarahnya, memaafkan orang lain dan berbuat baik kepada orang yang menyakitinya. Itulah jalan-jalan  yang dapat menghantarkan manusia meraih surganya Allah dalam realita hidupmu. Semoga!

 *Pengawas Madrasah Tingkat Ibtidaiyah pada Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar.


Download File : SAMPUL_NARDJUS.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan