Sosialisasikan Kurikulum Darurat, Sejumlah Pokjawas Sambangi Madrasah Binaan
Maksimalkan Sosialisasi Kurikulum Darurat, Pokjawas Menyebar Ke Berbagai Madrasah

By Administrator 26 Jun 2020, 08:28:25 WIB | dibaca 543 kali Umum
Sosialisasikan Kurikulum Darurat, Sejumlah Pokjawas Sambangi Madrasah Binaan

Keterangan Gambar : Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Polman Afdal Syarif, S.Ag, M.Pd.I. bersama Wasek Pokjawas Abd. Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. saat lakukan sosialisasi kurikulum darurat di salah satu madrasah di Kec. Luyo pada Kamis, 25/06/2020 kemarin.


Polewali (Inmas Polman) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan sebuah keputusan bernomor 2791 tahun 2020 tertanggal 18 Mei 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah. Keputusan yang lahir atas pertimbangan bahwa Negara menjamin seluruh lapisan masyarakat untuk mendapat layanan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas termasuk pada masa darurat covid 19.

Terkait dengan keputusan ini, para pengawas madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah lingkup Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar antusias dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang adanya kurikulum darurat yang diperuntukkan untuk kalangan madrasah. Seperti yang dilakukan oleh beberapa orang pengawas madrasah, mulai dari Pengawas RA, MI, MTs dan Pengawas Madrasah Aliah.

Termasuk pada Kamis 25 Juni 2020 kemarin, sosialisasi dilakukan pada beberapa titik. Ketua Pokjawas Afdal Syarif, yang bergendengan dengan wakil Sekretaris Abdul Rahman Arok melakukan sosialisasi di Pariangan Desa Pussui Kecamatan Luyo dengan menghadirkan sejumlah guru dari tiga madrasah, MA Nurmaarif Pariangan, MTs DDI Pariangan dan MTs Al Mubarak Lambepanda. Setelah sosialisasi di Pariangan, Ketua Pokjawas dan wakil sekretaris Pokjawas melanjutkan pembinaan dan pemantauan di MTs Negeri 2 Polewali Mandar dan MA Al Irsyad Karoke.

Muhaimin, Sekretaris Pokjawas Madrasah Kemenag Polman melakukan pembinaan di MTs Darussalam Kenje, Dra Hj. Hasnah di MTs Yayasan Perama Oting, yang juga sosialisasi kurikulum darurat tersebut. Selain topic kurikulum darurat, sebagian pengawas memantau pengisian ARD siswa. Harisa melakukan monitoring ARD di RA Al Muhajirin Passembaran, Hj. Rosnatang monitoring ARD di RA Samasundu, Rahim monitoring di MI DDI Taloba, Asiz monitoring ARD di Kec. Binuang, Aminah di Kec. Bulo, Narjus memantau ARD di MI DDI Tappina, Basri melakukan pembinaan di MTs As’adiyah Al Muhajirin.

Pengawas yang lainnya juga tak kalah antusiasnya melakukan pembinaan, monitoring dan sosialisasi. Sehari sebelumnya, Burhanuddin Djauhar juga melakukan sosialisasi yang sama pada madrasah binaannya. H. Jamaluddin Pande, Nurgina, Abdul Rahman Muin, Jumadian, Jurumiah, Hj. St Hafsah, Rasidin, Muhajar Djasman, Hj. Zikriah, Saenab dan Rahmatiah, semuanya antusias melakukan pembinaan

Afdal Syarif dalam materi sosialisasinya terus mengingatkan bahwa kita semua harus waspada terhadap covid 19. Dalam pembelajaran kurikulum darurat di madrasah, warga madrasah harus selalu memperhatikan protokol kesehatan. Social distanchyng, jaga jarak, mengenakan masker dan selalu cuci tangan. Beliau juga menyampaikan bahwa kemungkinan pembelajaran anak masih daring atau luring hingga akhir tahun. Guru hendaknya tetap berkreasi menjalankan tugasnya sebagai guru. Dalam melaksanakan tugas mengajar dari rumah ia harus memperhatikan kalender pendidikan dan jadwal mengajar yang telah disusun oleh madrasah.

Dalam masa libur, pasca penyerahan rapor siswa nantinya, guru dapat memanfaatkan waktunya untuk melengkapi perangkat pembelajaran. Administrasi Perangkat Pembelajaran tetap harus ada namun mempertimbangkan kondisi darurat dengan membaca pedoman pelaksanaan kurikulum darurat madrasah yang telah dicanangkan dari pusat.

Seorang guru yang akan melakukan techung from home, pembelajaran online (daring) harus memperhatikan jadwal dan melakukan kegiatan secera terencana, janganlah seorang guru yang mengajar tiba masa tiba akal dan monopoli setiap hari tanpa memperhatikan jadwal. Terkait dengan absensi, guru dapat melakukan absensi manual hingga ada juknis baru untuk absensi digital. Diingatkan juga agar setiap kegiatan didokumentasikan bahkan diupload ke medsos dengan tetap mem[perhatikan protokol kesehatan, pungkas Ketua Pokjawas Madrasah menutup materinya. (Ahmad F/Arok Al Kafy)


Download File : IMG-20200626-WA0011_compress69.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan