Skill Mahasiswa Terhadap Dampak di Era Four Point Zero
Muhammad Rezky Pratama Lahida ( Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Sulawesi Barat )

By Administrator 11 Des 2021, 17:45:27 WIB | dibaca 1096 kali Opini
Skill Mahasiswa Terhadap Dampak di Era Four Point Zero

Latar Belakang

Prof Klaus Schwab, seorang ahli ekonomi ternama didunia yang berasal dari Jerman sekaligus sebagai Founder dan Executive Chairman of the World Economic Forum pada tahun 2015, dalam bukunya yang berjudul The Fourth Industrial Revolution memaparkan bahwa, revolusi Industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi Industri yang dimulai pada abad ke – 18. Prof Klaus schwab juga menuturkan, bahwa revolusi industri pada abad ke – 18 dipicu oleh pembangunan rel kereta api dan penemuan mesin uap. Kemudian, revolusi industri ke dua berada diakhir abad ke -19 dan awal abad ke-20 yang dipicu oleh munculnya pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam ( combustion chamber). Sedangkan revolusi ke 3 terjadi pada akhir abad 20 yang dipicu oleh berkembangnya teknologi digital dan internet.

Perubahan zaman dan pola kehidupan manusia yang berbasis  digital dan teknologi merupakan sebuah gambaran kemajuan dalam kehidupan. Masa four poin zero sekarang ini merupakan sebuah lambang,  bahwa kehidupan manusia adalah kehidupan yang berkembang dan maju.

Kemajuan dan perkembangan zaman ternyata sangat membantu dalam menunjang kemudahan akses manusia dalam segala hal , khususnya para mahasiswa. Dengan adanya system yang berbasis IT,  mahasiswa dengan mudah mengakses segala bentuk keperluan yang mereka butuhkan, seperti , kemudahan dalam mencari referensi, kemudahan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, dan kebutuhan – kebutuhan mahasiswa lainnya. Namun, disisi lain, era digital teknologi yang berbasis IT  ternyata membawa dampak negatif kepada seluruh elemen manusia khususnya mahasiswa.

Era four poin zero membuat mahasiswa menjadi manusia yang hilang akan karakternya. Hal ini dapat kita lihat, perlahan mahasiswa sudah meniadakan kamus kesosialan didalam dirinya,  sehingga, membangun relasi dalam kehidupan,  hanyalah sebuah fatamorgana dalam kehidupan mahasiswa,  baik secara universal maupun lingkup keluarga. Era four poin zero tanpa kita sadari menanamkan kultur budaya asing kepada jiwa – jiwa mahasiswa, dari hal ini, dapat membuat mahasiswa melupakan kearifan budaya lokalnya sendiri, pada akhirnya , falsafah – falsafah kehidupan yang dibangun oleh kultur budaya lokal, hilang dari benak mahasiswa. Maka  dari fenomena inilah, membuat mahasiswa kehilangan jati diri mereka sebagai agen of change ( agen perubahan), sosial control ( generasi pengontrol), dan iron stock( generasi penerus).

Fenomena era Four poin zero menekankan juga kepada mahasiswa untuk mengendalikan keadaan ini, agar mahasiswa tetap berada pada karakternya sebagai sosial control.

 

Pembahasan

Era four poin zero merupakan sebuah masa tantangan bagi mahasiswa,  karena  basis digital teknologi,  ketika mendapatkan supley yang begitu besar dari para mahasiswa.   Hal ini perlahan akan membunuh karakter mereka sebagai agen of change, sosial control, dan iron stock.

Era four poin zero adalah era diskriminatif bagi para mahasiswa , karena era ini, membuat mahasiswa akan memiliki beberapa perubahan , diantaranya sebagai berikut :

  1. Mahasiswa akan merasakan kenyamanan dengan digital teknologi,  disaat memberikan perhatian yang begitu besar kepada IT. Hal inilah yang akan menjadikan prinsip membangun relasi dalam diri mahasiswa  hanyalah  sebagai sebuah fatarmogana.

  2. Mahasiswa akan dimanjakan dengan digital teknologi dalam mencari referensi permasalahan ,sehingga,  membuat mahasiswa akan malas mencari referensi langsung dari sumber buku.Hal inilah yang akan menghilangkan nilai keberkahan dari para ilmuwan. Tanpa keberkahan ilmu,  mahasiswa bukan apa – apa.

  3. Mahasiswa akan terpengaruh dengan kultur budaya asing, sehingga, subtansi budaya lokal akan hilang dalam jati diri mahasiswa. Hal ini akan membuat mahasiswa buta dan mati rasa dalam memaknai kehidupan lokal, karena budaya lahir dari penghayatan makna kehidupan.

Dampak – dampak negatif yang ditimbulkan oleh masa four poin zero kapada mahasiswa, itu dapat ditalangi, ketika mahasiswa mampu menanamkan lima skil kecakapan , sebagaimana berikut :

  1. Melakukan pembentukan pola berfikir  dan karakter.

  2. Penguasaan control diri.

  3. Kecakapan proses berfikir

  4. Keterampilan komunikasi terkhusus dalam bidang digital teknologi.

  5. Memperdalam kajian yang berbasis IT.

Kelima skil tersebut merupakan kunci utama mahasiswa dalam mempertahankan jati dirinya sebagai agen of change, sosial control, dan iron stock.

 

Kesimpulan

Mahasiswa adalah harapan bangsa kedepannya, karena mereka bukan hanya pemuda melainkan penggerak, pengontrol, serta pembaharu peradaban guna memakmurkan dan memajukan bangsa kedepannya. Masa four poin zero adalah tantangan yang harus dilalui oleh para mahasiswa, tentunya dibarengi dengan 5 skil indvidu , sebagaimana berikut :

  1. Melakukan pembentukan pola berfikir dan karakter,  agar mahasiswa tetap berada dalam eksistensi dan tupoksinnya sebagai mahasiswa.

  2. Penguasaan control diri, agar menghindari untuk menuhankan digital teknologi.

  3. Kecakapan proses berfikir yang bertujuan untuk menajamkan pikiran mahasiswa dalam analisis.

  4. Keterampilan Komunikasi dalam bidang IT agar sikap relasi tidak menjadi fatamorgana dalam diri mahasiswa.

  5. Memperdalam ilmu dibidang IT agar persaingan bangsa dan negara yang menggunakan  system four poin zero dapt dilakukan oleh para mahasiswa.

Lima prinsip dasar inilah yang akan menciptakan para mahasiswa – mahasiswa yang Terintegritas, baik dalam berbicara, berfikir, bersikap, dan bertindak.  

 

#Penulis adalah Alumni Pendidikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Campalagian


Download File : 170727938_534116807977188_6573726788732086346_n.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan