PDF DAN MAHAD ALY LATHIFIYAH SALAFIYAH PARAPPE, HARAPAN LAHIRNYA KADER ULAMA DI SULAWESI BARAT
Imtihan Watani Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional tAHUN 2021

By Administrator 08 Mar 2021, 10:43:42 WIB | dibaca 483 kali Pontren
PDF DAN MAHAD ALY LATHIFIYAH SALAFIYAH PARAPPE, HARAPAN LAHIRNYA KADER ULAMA DI SULAWESI BARAT

Parappe - Tunggal di Provinsi Sulawesi Barat, sebanyak 41 orang santri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, mengikuti hari pertama Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) atau "Imtihan Watani" yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Ke 41 santri tersebut bila dirunut, terdapat 33 orang dari satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya atau setingkat SMA/MA dan 8 orang dari satuan PDF Wustho setingkat SMP/MTs.  

Bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulbar, Drs. H. Ahmad Barambangi M. Pd yang membuka secara resmi Imtihan Watani ini, Kepala Kantor Kemenag Polman, Drs. H. Muliadi Rasyid, M. Pd juga hadir memberikan sambutan dan pengarahan pada apel pembukaan yang dilaksakanan di halaman Kantor Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Senin, (08/03/2021).

Selain memberikan motivasi kepada peserta ujian dan upaya pendisiplinan penerapan Prokes Covid-19, Kepala kantor juga menyampaikan apresiasi tentang Salafiyah Parappe yang saat ini tunggal sebagai Pondok Pesantren Se - Sulbar terdaftar sebagai satuan PDF pada Kementerian Agama yang tahun 2021 ini kembali mengikuti Imtihan Watani Angkatan Ketiga bagi PDF Ulya dan tahun pertama untuk satuan PDF Tingkat Wustho.

“Santri PDF Salafiyah Parappe adalah harapan kita bersama untuk menciptakan kader ulama masa depan,” ungkapnya dihadapan seluruh peserta apel ujian dan jajaran pengurus Salafiyah Parappe.

PDF Salafiyah Parappe memiliki keterkaitan erat dengan Ma’had Aly Latifiyah Parappe yang juga telah lahir di Pondok Pesantren ini sejak tahun 2020 lalu. Kesinambungan dan perpaduan antara PDF dengan Ma’had Aly, Insya Allah akan melahirkan ahli kitab kuning yang terformalkan di Sulawesi Barat. Harap Mantan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulbar ini.

Dilain sisi, menurut Kepala Seksi PD Pontren, Drs. Manju, M. Pd. I,  yang turut hadir memberikan pendampingan, Imtihan Watani merupakan instrumen penjaminan mutu untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh PDF dapat memenuhi target pencapaian kompetensi kelulusan santri.

Menurutnya, materi yang akan diujikan selama 3 hari dari tanggal 08 s/d 10 Maret dalam Imtihan Watani PDF tingkat Wustho ini, meliputi Tafsir, Bahas Arab, Hadits, Nahwu-Shorof dan Fikhi. Sedangkan Tingkat Ulya, meliputi Tafsir-Ilmu Tafsir, Bahasa Arab, Hadits-Ilmu Hadits, Nahwu-Shorof dan Fikhi-Ushul Fikhi. Kesemua ujian ini berbahasa Arab.

“Santri yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan dinyatakan lulus ujian satuan pendidikan serta Imtihan Watani, akan diberikan ijazah yang dijamin oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama mengenai kesederajatannya dengan pendidikan formal lainnya,” terangnya.

Sebagaimana penyelenggaraan tahun sebelumnya,  Imtihan Watani tahun ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang hari ini diwakili oleh Subiyanto SH. MH, salah seorang Pejabat Pelaksana pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI. (SH/BNY)


Download File : 15.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan