MUTUALISME, KENISCAYAAN DALAM BIROKRASI
Apel Pagi Senin Kantor Kemenag Polman

By Administrator 20 Sep 2021, 09:53:52 WIB | dibaca 213 kali Sekretariat
MUTUALISME, KENISCAYAAN DALAM BIROKRASI

“Secara garis besar ada tiga jenis simbiosis yang sering ditemui dalam kehidupan ini, yakni simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme dan simbiosis mutualisme,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Polman, H. Imran Kaldjubi Kesa saat menjadi Pembina Apel Pagi Senin di Halaman Kantor Kemenag Polman, Senin (20/09/21).

Simbiosis itu adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang berbeda. Dalam kehidupan ini, tentunya kita tidak akan terlepas dari hubungan dengan makhluk hidup lainnya. Terang mantan Kepala Kantor Kemenag Mamasa ini.

Simbiosis parasitisme merupakan kondisi ketergantungan yang terjadi ketika pihak yang satu mendapat keuntungan namun merugikan pihak lainnya. Contoh sederhana dari simbiosis pertama ini menurutnya adalah antara nyamuk yang menggigit tubuh manusia. Nyamuk sangat diuntungkan dalam kasus ini namun kerugian bagi manusia.

Agak berbeda dengan simbiosis yang kedua yakni komensalisme karena saat terjadi interaksi antara keduanya dapat menguntungkan salah satu organisme, sementara organisme lain tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Anggrek dengan pohon mangga misalnya. Sambil pelan Imran menunjuk pada pohon mangga dan anggrek yang ada di taman kantor sebelah kiri.

“Dalam interaksi antara anggrek dan pohon mangga, anggrek mendapat keuntungan karena memiliki tempat untuk tumbuh, mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis, dengan menempel pada pohon mangga. Sementara pohon mangga tidak dirugikan dalam hal apa pun,” jelasnya.

Kita tentu tidak ingin mencontoh kedua simbiosis ini dalam interaksi kita sebagai ASN Kementerian Agama. Apalagi mengadopsi Simbiosis parasitisme yang hanya menguntungkan satu pihak tapi merugikan pihak lainnya. Tambihnya.

“Tinggalkan komensalisme apalagi parasitisme”, kalimatnya khidmat terseduh nikmat oleh seluruh ASN Kemenag Polman. Hening.

Mari kita menuju simbiosis mutualisme atau simbiosis yang ketiga yang dapat menjadikan hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis namun saling menguntungkan satu sama lain. Jenis hubungan ini sangat positif karena kedua belah pihak diuntungkan.

Kupu-kupu dan bunga perumpamaannya. Kupu-kupu menghisap nektar yang terdapat pada bunga, sedangkan timbal-baliknya adalah bunga mendapat bantuan dari gerakan kupu-kupu untuk penyerbukan. Ujarnya memberikan analogi.

Demikianlahlah ibrah kehidupan dari ilmu biologi ini atau pembacaan kita terhadap alam. Mari kita arahkan Interaksi kita dalam kehidupan birokrasi kita menuju simbiosis mutualisme agar interaksi-interaksi yang kita lakukan dapat saling menguntungkan antara kedua belah pihak sehingga kehidupan kita secara umum maupun institusi kita secara khusus semakin berkemajuan. Ajaknya.


Download File : sampul9.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan