Menata Perbedaan Menyulam Rahmat
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 20 Jan 2020, 18:29:06 WIB | dibaca 834 kali Opini
Menata Perbedaan Menyulam Rahmat

Perbedaan itu rahmat. Keindahan alam karena adanya keragaman. Tumbuh berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pelangi yang indah itu karena memiliki beragam warna. Dengan adanya perbedaan, maka semakin indah kehidupan. Begitulah kira-kira yang dikehendaki tulisan ini, menata perbedaan yang ada untuk mendapat rahmat dari Allah Swt.

Dalam konteks kebangsaan, keberadaan masyarakat yang multi ragam adalah karunia terindah bagi bangsa Indonesia dari Allah Subhanahu wa ta`ala, dan harus kita rawat bersama, demi keutuhan bangsa yang bernama Indonesia ini, agar benar-benar menjadi bangsa yang baik dan masyarakat yang mendapatkan ampunan-Nya atau dengan kata lain Baldatun Thoyyibatun wa rabbun ghafuur.

Allah Subhanahu wa ta`ala melalui Nabi Muhammad shallallah alaihi wa sallam, telah mengajarkan kepada kita, tentang bagaimana cara kita menyikapi keragaman yang ada. Dalam Islam keberadaan masyarakat yang multi ragam tersebut bertujuan, agar manusia ciptaan-Nya mau saling kenal mengenal dan saling harga menghargai antara komunitas masyarakat yang satu dengan komunitas masyarakat lainnya.

Mengenai hal ini Allah menegaskan di salah satu firmanNya dalam QS. Al-Hujarat ayat 13..‘’Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan telah kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya terjadi saling kenal mengenal di antara kalian. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui juga maha mengenal’’(QS. Al-Hujarat :13).

Ayat Al-Qur`an di atas menegaskan bahwa, perbedaan yang ada di masyarakat adalah Sunnatullah, tugas kita sebagai hamba-Nya adalah menjaga keragaman tersebut. Sebagai umat Islam, kita  diharapkan bisa menjadi perekat di antara keragaman yang ada.

Dalam konteks keragaman agama misalnya, umat Islam yang menghargai keragaman berarti telah memberikan rasa aman dan rasa keselamatan bagi komunitas yang berbeda agama dengannya.. ‘’Dan seandainya Allah menghendaki, niscaya kalian sudah dijadikan satu ummat, akan tetapi Allah ingin menguji kalian atas apa yang telah diberikannya kepada kalian, maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan’’ (QS. Al-Maidah:48).

Di ayat yang lain Allah juga menegaskan: Dan sendainya Allah menghendaki, maka tentulah telah menjadi beriman semua orang-orang yang ada di muka bumi ini! maka apakah kamu ingin memaksa manusia untuk  menjadi orang-orang beriman semuanya? (QS. Yunus:99).

Akhirnya, marilah kita merawat perbedaan yang ada, baik itu perbedaan agama seperti yang disampaikan Allah di dalam dua ayat di atas. Dengan harapan, bahwa penghargaan ummat Islam tentang sebuah perbedaan dan keragaman tersebut, membuka pintu hidayahNya dan mereka-mereka yang di luar Islam lebih simpati dengan Islam. Menghargai perbedaan dan menjaga persatuan masyarakat adalah bagian dari dakwah Islam yang harus tetap kita lestarikan. Semoga! Amien yaa rabbal `alamien.

Disarikan dari khutbah Jumat yang disampaikan oleh penulis di Masjid Ghalib Athar, Kompleks Villa Tamara (Batistuta Café) Jumat, 17 Januari 2020.
Penulis, Abdul Rahman Arok, wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah/Muballigh, tinggal di BTN Marwah 2 Manding Polewali Mandar.

Acc/Editor : Ahmad F. (Inmas Kemenag Polman)


Download File : intoleransi-01-d6731cf885a6d2791a0689b35b3bdbe6_600x400.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan