Maulid Yang Tak Menemukan Muhammad SAW (Telaah Filosofis)
Oleh: Burhanuddin Hamal (Penyuluh Agama Islam / ASN Kemenag Polman)

By Administrator 17 Jan 2020, 16:00:51 WIB | dibaca 932 kali Opini
Maulid Yang Tak Menemukan Muhammad SAW (Telaah Filosofis)

Kita bersyukur bahwa "Maulidurrasul" yang awalnya digagas oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi di masanya menjadi tradisi positif yang hingga kini terus diperingati sekali dalam setahun.

Lewat seremoni suci dan sakral ini kita memperoleh pencerahan dan nasehat-nasehat berharga tentang seribu satu macam ahlak Rasul dalam menghadapi berbagai macam problem-problem kehidupan (pribadi dan sosial). Salah-satunya, ketika terjadi perseteruan memanas antara kekompok-kelompok yang merasa paling pantas dan berhak mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya. Rasul ketika itu tampil melerai dengan cara meletakkan batu tersebut di atas hamparan sorbannya. Selanjutnya, masing-masing dari pemimpin kelompok itu diminta memegang pinggir sorban beliau, untuk kemudian bersama-sama mengangkat dan mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Atas jaminan kepercayaan dari para pemimpin kelompok yang nyaris bertikai itu ahirnya peristiwa ini menjadi kronologi lahirnya gelar AL-AMIN atau "Yang Dipercaya" bagi diri Rasul.

Bila kita ingin belajar meneladani Rasul dari sisi pribadi & tanggung-jawab sosialnya maka pertanyaannya adalah ketika posisi kewenangan kita berada di tengah pusaran ragamnya persoalan-persoalan hidup dan kemanusiaan maka mampukah kita menjadi figur penyelamat atau pemberi solusi yang kondusif bagi maslahatnya sebuah kebersamaan?

Kebijaksanaan yang melahirkan muatan keseimbangan dan keadilan yang disolusikan oleh Rasul dalam peristiwa di atas setidaknya mencerminkan sifat fathanah (kecerdasan) dalam menyentuh rasionalitas para kelompok yang tadinya berseteru hingga ahirnya tersatukan kembali dalam indahnya kebersamaan. Masih banyak lagi deretan ahlak-ahlak terpuji Rasul dimana lewat tradisi maulid sesungguhnya kita diminta untuk belajar melakoni semua itu. Sayangnya, hingga saat ini bahkan entah sampai kapan rutinitas Maulid yang sekali setahun kita rayakan kelihatannya masih saja bermain di seputar target-target seremonial.

Cerita tentang kepribadian Muhammad yang ahlaknya sangat santun, terpuji dan penuh rahmat bagi semua kalangan itu memang sungguh menggugah dan selalu menyentuh hati. Hanya saja, fakta-fakta empirik dari kehidupan pribadi dan sosial kita pun selalu menyodorkan kenyataan bahwa seiring dengan berlalunya perhelatan Maulid di berbagai level dan skalanya, dengan perlahan berlalu pula bukti-bukti perhatian untuk konsisten meneladani kemuliaan ahlak-ahlak Rasul di kehidupan kita masing-masing.

Sepanjang realita ini tak kita benahi (dikritisi dengan niat positif dan melakukan perbaikan-perbaikan kepribadian) maka sebergengsi apapun cara bermaulid dari tahun ke tahun tetap saja akan gagal menghadirkan sosok dan aktualisasi nilai-nilai Muhammad didalam kehidupan nyata. Dengan demikian, bukankah ini yang disebut Maulid yang justru gagal menemukan jejak-jejak sosok manusia Muhammad?

Terkait motivasi bermaulid, maka diantara amalan cinta yang bernilai ibadah di sisi Tuhan adalah esensi bacaan "shalawat" yang tertuju pada Rasulullah Muhammad SAW. Semua ini demi harapan keberkahan dari keyakinan akan hadirnya Rasul sebagai penyaksi atas respeksitas cinta kita terhadapnya. Indikator keberhasilan bermaulid tercermin pada sinergitas antara seremoninya yang dirayakan sekali setahun dengan peningkatan kualitas etika (perilaku) serta makin membaiknya tatanan-tatanan hidup "keumatan" (dalam skala mikro dan makronya).

Bukankah Muhammad SAW sendiri secara terbuka mengkonfirmasi visi dan misi kerasulannya yang disamping untuk menjadi "rahmat" bagi alam seisinya (hingga menjadi tugas umatnya juga) pun bertujuan menyempurnakan rekonstruksi ahlak-ahlak kemanusiaan dan mekanisme kehidupan?....Wallahu a'lam.**

Penulis : Burhanuddin Hamal (Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kec. Limboro)

Acc/Editor : Inmas Kemenag Polman (Ahmad F)


Download File : ilustrasi-maulid-nabi-muhammad-saw-sabtu-9-november-2019.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan