Ketua Dan Wasek Pokjawas Kolaborasi Sosialisasi Kurikulum Darurat Di Pergis Bonde
Pokjawas Madrasah Lakukan Penguatan Sosialisasi Kurikulum Darurat

By Administrator 24 Jun 2020, 07:30:10 WIB | dibaca 648 kali Umum
Ketua Dan Wasek Pokjawas Kolaborasi Sosialisasi Kurikulum Darurat Di Pergis Bonde

Keterangan Gambar : Ketua Pokjawas Madrasah Afdal Syarif, S.Ag, M.Pd. dan Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Abd. Rahman Arok, S.Ag, M.Pd. bersama Ka. MTs Hj. Syarifah Abbas, SH, S.Pd.I. dan Ka. MA Parial Majid, S.Pd. saat lakukan Sosialisasi Kurikulum Darurat di Yayasan Perguruan Islam Bonde - Campalagian, Selasa 23/06/2020.


Polewali (Inmas Polman) Ketua Pokjawas Madrasah Kabupaten Polman Afdal Syarif, S.Ag, M. Pd.I  dan Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I, berkolaborasi lakukan sosialisasi pelaksanaan Kurikulum Darurat pada Madrasah, Selasa 23 Juni 2020 di Yayasan Perguruan Islam (Pergis) Bonde Campalagian. Keduanya menyampaikan materi pembinaan agar guru-guru pada Yayasan Pergis lebih kreatif dan produktif dalam mengelaborasi pendidikan di era New Normal.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan terpadu guru-guru MTs Pergis dan MA Pergis Campalagian di aula MTs Pergis Campalagian dengan tetap melakukan protocol kesehatan era pandemic covid 19. Selaku Pengawas MTs Pergis, Abdul Rahman Arok menyampaikan materi pengantar dan motivasi kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar tetap semangat melakukan pembelajaran baik daring, semi daring maupun luring. Covid 19 adalah ujian Allah Swt agar manusia berpikir jernih dan senantiasa mengambil hikmah dari segala peristiwa yang terkait dengan covid 19.

Angka Sembilan belas, menurut Arok yang pernah mengenyam pendidikan di Pergis saat Madrasah Tsanawiyah itu adalah angka sacral, bila didawamkan akan menjadi perisai hidup dan benteng dari neraka. Basmalah adalah lafadz yang memiliki 19 huruf sepadan dengan kalimat Hawqalah yang juga memiliki Sembilan belas huruf. Mengutip ungkapan Prof Quraisy Shihab dalam Tafsir Al Misbah bahwa kedua kalimat itu menjadi benteng agar tidak bertemu penjaga neraka yang berjumlah Sembilan belas malaikat.

Selanjutnya, Abdul Rahman Arok mengharapkan kepada seluruh guru untuk tetap melaksanakan kegiatan berdasarkan regulasi. Tetap melakukan pembelajaran di tengah mewabahnya virus corona, dan tetap melanjutkan kreativitasnya selama ini. Pengawas Pembina MTs Pergis itu mengapresiasi kegiatan guru di Pergis yang selalu terpantau melalui online. Itu tak lepas dari pembinaan Yayasan yang juga Kepala MTs Pergis Campalagian, Saripa Nur Abbas, SH, S.Pd.I.

Materi khusus terkait dengan Kurikulum Darurat Pada Madrasah disampaikan oleh Ketua Pokjawas sekaligus Anggota Pokjawas Nasional, Afdal Syarif, S.Ag, M.Pd.i. Materi sosialisasi berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 yang ditetapkan di Jakarta 18 Mei 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat Pada Madrasah. Salah satu latar belakang lahirnya kurikulum ini bahwa dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.

Kurikulum Darurat adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing. Afdal Syarif menyampaikan bahwa Kegiatan Pembelajaran masa darurat bukan untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar (KD) semata, namun menitik beratkan kepada penguatan karakter, praktek ibadah, peduli pada lingkungan dan kesalehan social lainnya. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran masa darurat ini melibatkan guru, orang tua siswa, siswa dan lingkungan sekitar.

Afdal Syarif juga menyampaikan keputusan pemerintah bahwa dimasa pandemic covid 19 hingga akhir tahun 2020 bagi daerah zona kuning ungu dan merah tidak ada pembelajaran di sekolah. Hanya daerah yang zona hijau dapat melaksanakan pembelajaran di sekolah itu pun dengan syarat yang sangat ketat. Social distanching tetap diperhatikan, alat pengukur suhu disiapkan di sekolah, menggunakan masker dan cuci tangan.

Bila ada orang tua siswa yang tidak mengizinkan anaknya ke sekolah maka guru tetap memberi layanan pembelajarn dengan mengantarkan tugas ke rumah siswa yang bersangkutan demikian antara lain materi yang disampaikan Ketua Pokjawas di hadapan 11 orang guru MAS Pergis dan 21 orang MTs Pergis. Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala MTs Pergis Campalagian Syarifah Nur Abbas, SH. S.Pd.I dan Kepala MAS Pergis Campalagian Parial Majid, S.Pd. (Ahmad F/Arok Al Kafy).


Download File : IMG-20200623-WA0084_compress23.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan