Jihad Intelektual
Oleh Ustd Ilham Sopu (ASN Kemenag Polman / Pembina Ponpes Nuhiyah Pambusuang)

By Administrator 04 Nov 2019, 13:10:16 WIB | dibaca 417 kali Umum
Jihad Intelektual

Kehadiran Islam sebagai agama adalah sebagai penyempurna agama sebelumnya yaitu yahudi dan nasrani. Ketiga agama samawi ini yang dalam bahasa Dr Ali Syariati, cendekiawan asal Iran, sebagai agama Ibrahimik, karena ketiga agama ini di bawa oleh keturunan Nabi Ibrahim, Ibrahim mempunyai dua istri, istrinya yang pertama adalah st Sarah dan yang kedua adalah hajar. Dari st Sarah banyak lahir Nabi, mulai dari Ishaq, kemudian lahir Ya'kub, dari Ya'kub melahirkan Yusuf sampai yang terakhir adalah Nabi Isa. Kemudian dari st hajar dan keturunannya melahirkan cuma satu Nabi yakni Muhammad saw. Dari keturunan Ibrahim lah melahirkan banyak Nabi dan melahirkan tiga agama, yang pada prinsipnya ketiga agama berasal dari Tuhan melalui keturunan Nabi Ibrahim. Dari Nabi Musa lahir agama yahudi, Nabi Isa lahir as agama nasrani dan melalui Muhammad lahir agama islam.

Pada prinsipnya ketiga agama ibrahimik ini mengajarkan hal yang sama yaitu bagaimana mengesakan Tuhan, itu misi besar yang dibawa oleh ketiga agama ini. Namun dalam rinciannya ada perbedaan perbedaan orientasi dari ketiga agama ini, agama yahudi lebih berorientasi hukum karena sesuai dengan umat yang dihadapi oleh nabi Musa yang sangat keras. Berbeda dengan agama nasrani yang sangat bertolak belakang dengan agama yahudi, orientasi dari agama nasrani adalah kasih sayang, bahkan nabi isa pernah mengatakan, kalau ditempeleng pipi kirimu, kasih lagi pipi kananmu, pada dasarnya agama nasrani itu sangat tinggi kasih sayangnya.

Kemudian datanglah Muhammad membawa agama islam, agama yang mencoba mengakomodir ajaran ajaran yang di bawa oleh nabi Musa dan nabi Isa, hukum dan kasih sayang menjadi inti dari ajaran Muhammad. Atau dalam bahasa sosiologisnya agama Islam adalah agama wasath, agama yang ada ditengah tengah, maksudnya antara yahudi dan nasrani. Sebagaimana Firman Tuhan "Dan demikianlah kami telah menjadikan kamu, umat yang wasath (umat yang tengah), agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kamu. (QS. 2.143).

Semua agama terutama agama samawi mengajarkan kesungguhan dalam mempelajari agama, bahkan dalam islam kita didorong diawal turunnya Qur'an untuk melaksanakan jihad intelektual, yakni diperintahkan melakukan pembacaan secara menyeluruh,kalimat yang bersifat Perintah membaca diawal surah Al Alaq, tidak disebut obyek apa yang harus dibaca. Ini artinya dalam kaidah kebahasaan bahwa perintah yang tidak menyebut obyeknya,berarti obyeknya itu bersifat umum. Baca apa saja, bukan hanya Qur'an saja, tetapi seluruh bacaan bacaan yang bisa menambah wawasan bahkan termasuk membaca fenomena alam. Ini berarti islam itu adalah agama yang sangat intelektual, agama yang mengedepankan aspek intelektual dalam ajararannya.

Kalau kita merujuk ke ajaran pokok islam betapa banyaknya teks teks keagamaan yang mendorong kita untuk melakukan jihad intelektual.

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 58.11).

Diayat yang lain:

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(QS. 9.123).

Didalam beberapa hadis diinformasikan,  bahwa "menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan". Dan tuntutlah dari ayunan sampai ke liang lahad.

Dengan mencoba menggali makna makna teks teks keagamaan diatas betapa dalam islam melakukan jihad intelektual adalah suatu keniscayaan. Kalau kita merujuk ke sejarah mulai dari Nabi, para sahabat, para tabi'in dan ulama ulama sangat mengedepankan dalam pencarian ilmu. Begitu hausnya ulama ulama dulu terhadap ilmu, mereka rela mengembara dengan berkendaraan unta dan berjalan kaki beratus ratus kilometer demi untuk menambah wawasan keilmuannya. Kalau kita membaca sejarah hidup ulama ulama besar seperti Al gazali, Imam syafi'i, Imam Abu hanifah, mereka ini sejak dari kecil sudah bergumul dengan keilmuan. Dan menghasilkan banyak karya karya intelektual yang sangat berharga bagi generasi sesudahnya. Para ulama ini bukan hanya cerdas dibidang keilmuan tetapi  mereka juga sangat cerdas di bidang spritual.

Jihad, ijtihad, mujahadah adalah berasal dari satu akar kata yakni "Jahada" yang artinya bersungguh-sungguh. Adalah suatu kekeliruan besar jika jihad hanya diartikan berperang secara fisik. Sebab kata Nabi sewaktu pulang dari perang badar yang merupakan perang terbesar yang pernah diikuti oleh Nabi, bahwa "Kita baru saja pulang dari perang kecil menuju perang yang lebih besar ". Ini artinya bahwa ada perang yang lebih besar dari perang badar yang besar itu. Kenapa abad ke VII M sampai abad ke XII M,umat islam sangat maju, karena abad ini umat islam sangat fokus dibidang keilmuan,  mereka betul-betul berjihad dibidang intelektual. Disinilah Puncak kemajuan islam, sementara eropa dan amerika masih tidur. Nanti masa pasca Algazali mulailah mundur umat islam karena sudah meninggalkan aspek keilmuan dan sudah mulai terpengaruh aspek aspek dari kehidupan dunia.

Nanti pada abad  ke XX umat islam mulai bangkit kembali lewat pembaharuan yang dipelopori oleh Muhammad Abduh, Rasyid Rida, mereka ini dikenal sebagai tokoh pembaharu yang ingin mengembalikan kejayaan umat islam lewat aspek intelektual. Oleh sebab itu untuk mengembalikan kejayaan umat islam pada masa dulu,  haruslah kita kembali berkacah pada sejarah, dan berusaha untuk kembali menggali aspek keilmuan islam dan betul-betul untuk generasi kedepan haruslah fokus di bidang keilmuan dan pengembangannya. (Pare Pare,  20 Oktober 2019).

Penulis : Ilham Sopu (ASN Kemenag Polman/Pembina Ponpes Nuhiyah Pambusuang)

Acc/Editor by Inmas Kemenag Polman (Ahmad F)


Download File : Fatkhan_web__id-Pengertian-Kecerdasan-Intelektual.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan