Husnuzhon dan Suuzhon
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 30 Jan 2020, 04:38:43 WIB | dibaca 3795 kali Opini
Husnuzhon dan Suuzhon

Dalam Al-Quran Allah swt berfirman yang artinya “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ini jaman milenial kata orang. Jaman modern kata yang lain. Dunia yang aneh, separoh dunia nyata separoh dunia maya. Bahkan kalau diperbandingkan, lebih banyak aktivitas manusia berada di di dunia maya.  Dunia pun dipenuhi berbagai aktivitas manusia termasuk prasangka manusia dalam membangun keinginan dunia ini. Ada dua hal yang sering menjadi bagian manusia yaitu Husnuzhan dan Suuzhan. Kalau tidak Husnuzhan ya Suuzhan, demikian juga sebaliknya
Husnuzan menurut bahasa berasal dari lafal bahasa Arab 'husnun' yang artinya baik dan 'adzzhonnu' yang artinya prasangka. Kata husnudzan berarti prasangka baik yang merupakan lawan dari su'udzan atau prasangka buruk.

Sedangkan secara istilah, husnuzhon adalah setiap pikiran, anggapan dan prasangka baik terhadap orang lain. Husnuzhon artinya berprasangka baik atau positiv thingking (sikapakapang macoa kata orang Mandar), sedangkan Suuzhon artinya berprasangka buruk atau negative thinking (Sikapakapang adae)
Membiasakan berperilaku husnushan atau berpasangka baik dalam kehidupan merupakan hal yang penting. Kita dapat melakukannya terhadap sesama muslim atau lainnya selama mereka tidak mengusik dan mendzolimi kita.

Apabila setiap orang telah terbiasa menerapkan perilaku husnuzan terhadap sesamanya, maka insya Allah akan terwujud masyarakat yang harmonis, rukun dan saling menjaga. Tidak ada lagi masalah yang timbul karena prasangka-prasangka buruk (su'uzhan) telah dihilangkan diantara mereka.

Allah Swt melarang berprasangka buruk. QS. Al Hujurat ayat12  “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”.

Hukum berhusnuzhan terhadap sesama manusia adalah mubah atau diperbolehkan. Ketika kita berhusnuzhan pada orang lain, berarti kita telah menganggap bahwa orang itu baik. Sebaliknya, jika kira berprasangka buruk (su'uzhan) terhadap orang lain, artinya kita menganggap orang tersebut bersalah, hal ini tentu dilarang dalam agama. Husnuzhan dalam kehidupan sehari-hari akan membawa dampak positif, sedangkan terbiasa su'uzhan akan membawa dampak negatif dalam kehidupan kita maupun orang lain.

Ada tiga bentuk prasangka
- Prasangka kepada Allah swt
- Prasangka kepada diri sendiri
- Prasangka kepada orang lain

Untuk membangun pranata hidup dan kehidupan, termasuk membangun bangsa Indonesia yang plural ini, hidupkan positive thingking dan jauhi negative thingking. Karena prasangka itu akan terwujud sebagaimana yang kita sangkakan. Apatah lagi kalau prasangka itu ditujukan kepada Allah SWT.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus husnuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya”.

Kemudian setelah berhusnuzhan terhadap Allah, kita harus pula berprasangka baik atau berhusnudzan kepada diri sendiri. Husnuzan terhadap diri sendiri yaitu berbaik sangka terhadap segala kemampuan yang dimiliki oleh diri kita sendiri dan juga usaha yang telah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri orang yang berhusnudzan terhadap dirinya sendiri diantaranya memiliki rasa percaya diri, selalu berusaha secara maksimal, selalu berpikir positif dan rela berkorban. Dengan senantiasa berprasangka baik terhadap diri sendiri, niscaya kita akan selalu memiliki semangat yang tinggi untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

Selain berhusnudzan kepada Allah dan diri sendiri, kita juga diperintahkan untuk berhusnudzan kepada orang lain. Husnuzhan terhadap orang lain berarti menganggap atau memandang orang lain itu baik. Orang yang memiliki sikap husnuzhan terhadap orang lain, niscaya hidupnya akan memiliki banyak teman, disukai kawan dan disegani lawan. Sebaliknya, Allah melarang kita untuk merprasangka buruk kepada orang lain dengan mencari-cari kesalahan orang lain apalagi sampai menggunjingnya.

Islam telah menganjurkan umatnya agar senantiasa menjaga prasangka baik terhadap orang lain, karena sesungguhnya menyimpan prasangka buruk terhadap orang lain termasuk perbuatan tercela. Husnuzhan merupakan salah satu contoh akhlaq, sifat atau perilaku terpuji yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membawa kebaikan pada orang lain, Husnuzan juga akan membawa kebaikan terhadap diri sendiri. Sebagaimana firman Allah berikut: Artinya: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri..." (Q.S. Al-Isra: 7).

Diantara dampak positif atau manfaat dari membiasakan berhusnuzhan dalam kehidupan, yaitu: 1. Dicintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala. 2. Mendapat ketenangan hidup. 3. Membentuk pribadi yang tangguh, tidak mudah putus asa dan selalu optimis. 4. Dijauhkan dari hal-hal buruk dan perbuatan munkar. 5. Mempererat tali persaudaraan sehingga terjalin ukhuwah yang mantap antar sesama muslim. 6. Mendapat timbal balik yang baik dari orang lain yang telah kita husnuzani. Wallahu a’lam bissawab, Semoga kajian ini bermanfaat**,

(diadaptasi dari Khutbah Jumat yang penulis bacakan pada tahun 2019 di Masjid baiturrahmah, Rea Barat Kecamatan Matakali)

Penulis: Abdul Rahman Arok, ASN/Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Kemenag Polman, tinggal di Pesona Taman Marwah Blok F/17 Manding Polman, cp. 081355129115).

Acc/Editor : Inmas Kemenag Polman (Ahmad F)

 


Download File : 1580333902917856.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan