Golongan Manusia Versi Imam Al Ghazali
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 21 Apr 2020, 06:50:21 WIB | dibaca 1826 kali Opini
Golongan Manusia Versi Imam Al Ghazali

Ketika menemui suatu masalah atau keadaan, maka muncul beberapa perangai manusia terhadap keadaan tersebut. Sebut saja, covid 19 yang telah menjadi wabah pandemic tahun 2020 ini. Ada ahli yang telah meneliti dan mengeluarkan pendapat bahwa penyakit yang disebabkan virus corona sangatlah berbahaya. Semua manusia harus mengmbil peran untuk menghindarinya. Bersama melawan corona. Orang yang paham dan mengerti cara kerja corona telah mengekspos bagaimana awal mula dan masa inkubasinya. Semua telah ditulis secara detil proses perkembangan virus corona dan cara mengantisipasi.

Ada juga orang yang tidak memahami tetapi gencar memberitahukan kepada orang lain. Informasi yang disebarluaskannya hanya copypaste tanpa pendalaman materi. Bahkan ada orang yang mengetahui seluk beluk corona tapi tidak peduli dengan himbauan pemerintah akan bahaya corona. Sehingga kehadiran corona akan melahirkan beberapa golongan manusia. Ada ,amusia yang paham dan taat aturan. Kehadiran corona akan menambah tawadhu’nya. Ada manusia yang justru menjadi arogan dan tidak mau menuruti himbauan pemerintah bahkan himbauan tokoh agama sekali pun.

Corona virus disease juga makin menampakkan perangai manusia. Ada manusia yang berpasrah, katanya wabah ini kan dari Tuhan, kita berserah diri saja pada Tuhan. Ada yang berpendapat, wabah ini harus dihindari dengan usaha manusia tanpa ketelibatan Tuhan (Allah Swt). Ada manusia yang memadukan pendapat kedua di atas. Wabah memang dari Tuhan dan akan hilang dengan usaha dan doa. Berusahalah dengan melakukan tatacara penghindaran sebagaimana yang diuraikan ahlinya. Tetap berdoa pada Allah Swt agar badai cepat berlalu. Lalu dimana posisi kita?.

Untuk menambah wawasan kita, agaknya pendapat Imam Al Ghazali perlu dicermati. Untuk mengetahui dimana posisi sebagai manusia ciptaan Allah Swt. Adalah Syeikh Imam al Ghazali atau bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii adalah ulama produktif. Beliau menulis tidak kurang dari 228 kitab meliputi berbagai disiplin ilmu; tasawuf, fikih, teologi, logika, hingga filsafat.

Al Ghazali pernah membagi manusia menjadi empat (4) golongan;
Pertama, Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu). Orang ini bisa disebut ‘alim = mengetahui. Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam, yang masih butuh banyak diajari, maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

“Ini adalah jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia. Manusia jenis ini adalah manusia unggul. Manusia yang sukses dunia dan akhirat,” ujar Imam Al Ghazali.

Saat pandemic corona, manusia seperti ini perlu diikuti hasil penelitiannya. Para dokter, ahli, yang menghasilkan ilmu corona kemudian menyampaikan kepada pemerintah (umara) bergandengan dengan ulama untuk menyebarluaskan pemahaman itu, bahkan untuk memberi himbauan dan ultimatum dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus mematikan itu.

Kedua, Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri (Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu). Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan. Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan gak berguna, selama dia belum bangun manusia ini sukses di dunia tapi rugi di akhirat.

Ketiga, Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu). Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar. Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.

Keempat, Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu). Menurut Imam Ghazali, inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa. Repotnya manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.

Dengan corona, keempat golongan manusia versi Imam Al-Ghazali dapat kita cermati. Di posisi manakah kita berada. Yang jelas manusia  “sami’na wa atha’na” akan lebih berpeluang untuk lebih baik dari pada orang yang “sami’na wa ashaina”. Wallahu a’lam bissawab (Lampoko, 21 April 2020).

Di tulis dari berbagai sumber, Penulis adalah Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Kantor Kemenag Polewali Mandar, Pengasuh TPQ Al Kafiy (Pengajian Dasar dan Majelis Ta’lim) Desa Lampoko Kec. Campalagian Kab. Polman.

Acc/Admin : Ahmad Fakhruddin


Download File : Screenshot_2020_0413_090945_compress501.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan