Fasabrun Jamil : Berkaca Pada Kesabaran Nabi Yaqub AS.
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 24 Nov 2019, 08:57:35 WIB | dibaca 1905 kali Opini
Fasabrun Jamil : Berkaca Pada Kesabaran Nabi Yaqub AS.

Judul “Fasabrun Jamiil” penulis terinspirasi pada ucapan Nabi Yaqub as, saat menerima laporan dari anak-anaknya bahwa Yusuf telas hilang. Kalimat Fasbrun Jamiil terdapat dala QS. Yusuf ayat 18 dan 83. Terkait dengan kisah nabi Yusuf yang dibuang oleh saudara-saudaranya. Suatu ketika, saudara-saudara Nabi Yusuf as. berkumpul semua, kecuali Bunyamin. Mereka membicarakan tentang tindakan ayah mereka, Nabi Yakub as. yang membedakan kasih sayangnya di antara anak-anaknya. Dalam anggapan mereka, Nabi Yakub as. telah bertindak tidak adil. Musyawarah mereka itu menghasilkan keputusan bahwa Yusuf harus dilenyapkan dari rumah bapaknya, agar bapaknya mengalihkan perhatiannya kepada mereka. Yusuf bukan hendak dibunuh, melainkan dibuang saja ke tempat yang jauh.

Ketika pulang ke rumah, anak-anaknya melaporkan bahwa adiknya, Yusuf telah dimakan serigala.  Di dalam alquran Allah swt. berfirman dalam surah Yusuf ayat 16-18 yang artinya:
"Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Yakub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap ap ayang kamu ceritakan."

Kehilangan Yusuf yang sangat disayanginya membuat Nabi Yaqub as berusaha bersabar dengan baik. Fasabrun jamiil, kesabaran yang baik itulah kesabaran yang dimiliki oleh Nabi Yaqub as. Bertahun-tahun ia melakoni hidup hingga Daerahnya tertimpa kemarau panjang. Anak-anak Nabi Yakub as, mencari bantuan makanan hingga di Mesir. Penjaga Stok Makanan tidak akan memberikan bantuan untuk kedua kalinya, jika mereka tidak membawa serta adiknya yang bernama Bunyamin. Nabi Yaqub as, awalnya tidak mengizinkan mengikutkan Bunyamin ke Mesir tetapi kalau tidak, anak-anaknya tidak akan mendapat bantuan bahan makanan. Akhirnya Bunyamin dibawa ke Mesir, dan sepulang dari Mesir, anak-anak Nabi Yaqub as, melaporkan bahwa Benyamin ditahan sebab mencuri sukatan.

Dalam Al-Quran disebutkan: “Dan katakanlah: “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”.” (QS Yusuf [12]: 81-82)

Ketika Nabi Yaqub ‘alaihissalam diberi berita yang sangat mengejutkan ini, beliau kembali dihadapkan kepada musibah yang besar yaitu kehilangan anaknya untuk kedua kalinya setelah sebelumnya kehilangan Yusuf. Namun saat itu beliau tetap sabar, tabah, dan ridha sembari menyerahkan semua urusan kepada Allah Ta’ala dan berkata:

"Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.” (QS Yusuf [12]: 83).

Kesabaran yang baik yang dimiliki nabi Yaqub as, membuahkan hasil. Setelah sekian tahun lamanya berpisah dengan Yusuf ditambah lagi dengan ditahannya Benyamin di Mesir, yang dihadapinya dengan “Sabrun Jamiil” kesabaran yang baik. Akhirnya Nabi Yaqub as, selaku ayah bertemu kembali anak-anaknya yang dulu berpisah dengannya, yaitu Yusuf dan Benyamin. Sebab sesungguhnya Yusuf telah menjadi bendaharawan negara Mesir. Yusuf pulalah yang membuat skenario agar Benyamin terkesan mencuri sukatan, hal tersebut Yusuf lakukan agar Benyamin saudara kandungnya dapat dibawa ke Mesir. Kedatangan Yusuf dan Benyamin ke rumah orang tuanya mebuat Nabi Yaqub as, sembuh dari kebutaan. Akhirnya Nabi Yaqub as, diboyong ke Mesir, bahagia bersama Yusuf dan Benyamin serta saudara-saudaranya yang lain

Khalifah ke-4, Ali bin Abi Thalib kw, berkata: Malu adalah perhiasan, taqwa adalah kemuliaan dan sebaik-baik kendaraan adalah kesabaran. Lebih lanjut sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad saw, berpendapat bahwa Sabar ada tiga (3) macam. Sabar menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan dan sabar untuk menjauhi perbuatan maksiat.

Berkaca pada kesabaran nabi Yaqub as, beliau telah sukses dalam melakukan kesabaran terhadap musibah kehilangan anak-anaknya sembari tetap sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah swt dan sabar menjauhi maksiat. Generasi jaman now yang menghadapi banyaknya tantangan hidup, hendaknya selalu berkaca pada kesabaran pada nabi dan rasul khusunya Nabi Yaqub as.

Jadikan sabar sebagai kendaraan dalam menata hidup dan kehidupan sebagai hamba Allah Swt. Sabar adalah salah satu dari empat syarat yang harus dimiliki seseorang agar hidup tidak merugi. Seorang hamba Allah swt, apapun profesinya akan mengalami kerugian jika tidak memiliki empat syarat yang tertuang dalam QS. Al-Ashri ayat 1-3, yaitu: Beriman, beramal saleh, melakukan yang haq, dan sabar. ASN Kemenag pun akan mengalami kerugian jika tidak memilki keempat syarat tersebut.

Beriman kepada Allah swt dengan menjalankan perintah-Nya seperti shalat, puasa, haji, mengeluarkan zakat dan ibadah ritual lainnya. Beramal saleh dilakukan dengan menjaga etika dan estetika, mampu menempatkan diri sebagai ASN, menghormati atasan dan saling menghargai sesama bawahan. Selalu menjaga diri agar senantiasa melakukan kebenaran, menata kinerja sesuai tupoksi tanpa mengganggu tupoksi orang lain. Selanjutnya melengkapi keimanan, amal saleh, berbuat benar dengan mengenakan kostum kesabaran. Setelah itu berharap Allah Swt senantiasa meridhai langkah kita. (Wallahu a’lam bissawaab).***

Penulis : Abdul Rahman Arok, Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah Kemenag Polman, Muballig dan Pencinta Literasi.

Acc/Editor by Inmas Kemenag Polman (Ahmad F).


Download File : image_750x_5d566739afd6c.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan