DETEKSI DAN PENANGANAN DINI ALIRAN BERMASALAH
Pembinaan Paham Keagamaan di Polewali Mandar

By Administrator 05 Okt 2020, 15:20:07 WIB | dibaca 298 kali Bimas Islam
DETEKSI DAN PENANGANAN DINI ALIRAN BERMASALAH

Dalam upaya menyerap aspirasi deteksi dan penanganan dini aliran gerakan dan paham keagamaan bermasalah di Polewali Mandar, Kanwil Kemenag Sulbar melalui Bidang Bimas Islam Seksi Urais dan Bina Syariah, menggelar acara Pembinaan Paham Keagamaan di Kabupaten Polewali Mandar di Aula Al Ikhlas, Senin (05/10/2020).

Hadir Kepala Kantor Kemenag Polman, Drs. H. Muliadi Rasyid, M. Pd yang turut memberikan sambutan mendampingi Kepala Kantor Wilayah yang diwakili Kepala Bidang Bimas Islam, Dr. H. Misbahuddin, M. Ag.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi pada acara tersebut sebagai salah satu media yang semakin mengokohkan produktifitas peran Kemenag di masa pandemi dalam mengawal paham keagamaan di Polewali Mandar.

“Kegiatan sejenis ini memang selama Covid-19 sangatlah minim namun tidaklah membuat Kemenag kehilangan produktifitasnya dalam bidang keagamaan,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa belum lama ini Kemenag Polman bersama dengan MUI Polman dan stakeholder setempat telah bersama-sama menyelesaikan salah satu kasus yang menjadi riak-riak paham keagamaan bermasalah di salah satu kecamatan di Polewali Mandar.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam selaku narasumber tunggal dalam kegiatan ini  menyampaikan bahwa letak geografis Sulawesi Barat yang terbuka karena berada pada daerah perlintasan ditambah akses informasi yang semakin mengglobal, menurutnya menjadi ruang terbuka penyebaran paham keagamaan bermasalah di Sulawesi Barat.

“Ini peluang sekaligus tantangan,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, Kemenag tidak menyebut aliran sesat, tapi menyebutnya dengan paham keagamaan yang bermasalah.

Kemenag bukan lembaga yang men-judge kesesatan, Kemenag adalah lembaga pemerintah yang memberikan pembinaan dan mengayomi masyarakat, agar dapat menjalani kehidupan agamanya secara baik, sesuai dengan ajaran kitab sucinya masing-masing.

Penentu sebuah aliran itu sesat atau tidak adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tegasnya.

Ia mengatakan, ranah Kemenag dalam mengatasi paham keagamaan bermasalah itu pada wilayah sosialnya, sementara urusan teologisnya menjadi domainnya MUI.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa disamping paham keagamaan bermasalah yang muncul dari skala lokal-regoinal-nasional,yang juga patut diwaspadai adalah gerakan paham keagamaan transnasional karena terkadang bersinggungan dengan ideologi negara.

Gerakan transnasional ini menurutnya tumbuh dan berkembang di Indonesia pasca reformasi, dimana kebebasan berkumpul, berserikat, berbicara dibuka dengan selebar-lebarnya.

Annnangguru K. Bisri yang hadir sebagai perwakilan MUI Polman dalam kegiatan ini juga turut memberikan pendapat bahwa kasus-kasus lokal paham keagamaan yang selama ini ditangani oleh MUI Polman, itu berasal dari intrepretasi terhadap wahyu oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas keilmuan di bidang keagamaan yang mengakibatkan distorsi terhadap pemahaman keagamaan seseorang dan masyarakat.

Kegiatan sehari yang mengerucut pada upaya peremajaan kembali peran Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kab. Polewali Mandar ini dihadiri oleh Unsur MUI Polman, Kajari Polman, Polres Polman, Kesra Pemda Polman, Dinas Pendidikan Kebudayaan Polman, Kesbangpol Polman dan FKUB Polman.

Persoalan paham keagamaan adalah urusan yang sensitif. Yang semula tidak jadi masalah, kalau tidak tertangani secara profesional, bisa menjadi masalah baru. Itu tantangannya. (SH)


Download File : sampul1.jpg



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan