Cinta Tanah Air dan Patriotisme
Oleh Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (Wakil Sekretaris Pokjawas KanKemenag Polman)

By Administrator 20 Jan 2020, 18:25:21 WIB | dibaca 13368 kali Opini
Cinta Tanah Air dan Patriotisme

Di dalam pidato lahirnya Pancasila, Bung Karno menyatakan, patriotisme adalah kecintaan yang didasari atas hubungan gaib antara manusia dan bumi tempat mereka hidup atau mereka ditumbuhkan. Atas kecintaan itu mereka berani membela Tanah Air yang memberikan mereka kesempatan dan pelayanan hidup. Sehingga bangsa Indonesia pernah merasakan kuatnya hasrat dan kehendak hidup bersama dan bersatu sebagai bangsa yang melahirkan kekuatan dahsyat mengusir penjajah.

 Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state. Patriotisme berasal dari kata patria, artinya tanah air. Kata patria berubah menjadi patriot yang berarti seseorang yang mencintai tanah air. Seorang patriotic adalah orang yang cinta pada tanah air dan rela berkorban untuk mempertahankan negaranya.

Arti dari cinta tanah air adalah cinta kepada Negara tempat kita dilahirkan, dibesarkan dan memperoleh kehidupan di dalamnya. Karena dari Negara kita tersebut semua yang kita butuhkan akan kita dapatkan. Cinta tanah air adalah sama saja rela berkorban demi kepentingan Negara. Memajukan kehidupan bangsa, mencerdaskan diri demi ikut berpartisipasi dalam rangka proses pembangunan tanah air atau negaranya dari Negara yang kecil, berkembang sampai menjadi Negara yang maju.

Menghayati arti dari cinta tanah air memanglah bukan masalah yang mudah, perlu kesabaran dan kerendahan hati untuk menjalankan hal tersebut, dikarenakan banyak ancaman dan tantangan yang dapat datang dari mana saja, baik itu dalam diri kita maupun dari luar diri kita, baik itu datang dari dalam negri maupun datang dari luar negri, tetapi asal kita mempunyai tekad yang kuat untuk mencintai tanah air kita tanah air Indonesia dengan sepenuh hati, pastilah kita akan di mudahkan oleh yang Maha Kuasa dalam segala halnya terutama dalam tindakan yang positif.

Perlu diingat bahwa mencintai dan menjaga tanah air Indonesia negaranya sendiri dengan sepenuh hati adalah bentuk perbuatan yang merupakan bagian dari iman. Cinta tanah air dan bangsa pada hakekatnya adalah kebanggaan menjadi salah satu bagian dari tanah air dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang mengharumkan nama tanah air dan bangsa. Pada keadaan saat ini apa yang bisa dibanggakan dari negara dan bangsa Indonesia?.

Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa.

Penjabaran Wujud Cinta Tanah Air dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya kita menghormati bangsa dan negara kita sendiri apapun adanya dan kondisinya. Orang-orang yang tidak menghormati serta membenci bangsa dan negara tempat kelahirannya bisa disebut sebagai penghianat. Apa salahnya tanah air kita yang begitu kaya raya dan indah, karena kesalahan hanya ada pada manusia-manusianyalah yang menciptakan kebencian.

Dengan adanya rakyat yang mencintai tanah airnya, maka negara akan aman dari berbagai macam gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar negara. Dengan cinta tanah air kita dapat bahu membahu membangun negri ini agar bisa sejajar dengan negara-negara maju. Dengan menyayangi negara Indonesia ini kita akan berupaya sekuat tenaga memberikan yang terbaik bagi sesama, bukan malah menghancurkannya. Banyak pihak asing yang ingin menguasai dan merusak negara kita, sehingga perlu kita jaga dan pertahankan hingga titik darah penghabisan. Kalau bukan kita siapa lagi? dan kita mau tinggal di mana kalau kita kehilangan negara ini.

Adapun beberapa penjabaran wujud cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari:
1. Mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan kita serta menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan. 2. Menghormati upacara bendera sebawai perwujudan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia. 3. Menghormati simbol-simbol negara seperti lambang burung garuda, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lain sebagainya. 4. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri agar pengusaha lokal bisa maju sejajar dengan pengusaha asing. 5. Ikut membela mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia dengan segenap tumpah darah secara tulus dan ikhlas.

6. Turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan membantu meluruskan yang salah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. 7. Membantu mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia kepada warga negara asing baik di dalam maupun luar negeri serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang mencoreng-moreng nama baik bangsa indonesia. 8. Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar pada acara-acara resmi dalam negeri. 9. Beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. 10. Membantu mewujudkan ketertiban dan ketentraman baik di lingkungan sekitar kita maupun secara nasional.

Selanjutnya, Konsep  patriotisme  dalam Islam  adalah  kepahlawanan dalam  mendharmabaktikan segala  hidup  kita  untuk  Allah. Tidak  hanya  orang  yang  mati syahid  dalam  perang  yang disebut pahlawan. Tetapi semua yang dilakukan di jalan Allah dan untuk  mencari  ridho Allah  juga disebut pahlawan. Diriwayatkan,  pada  suatu saat  Rasulullah  baru  tiba  dari perang  Tabuk,  peperangan dengan  bangsa  Romawi  yang kerap  menebar  ancaman  pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal  kecuali  orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat  mendekati  kota Madinah,  di  salah  satu  sudut jalan,  Rasulullah  berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika  itu  Rasulullah  melihat tangan  buruh  tukang  batu tersebut  melepuh,  kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Sang manusia Agung itupun bertanya,“Kenapa tanganmu kasar sekali?” Si  tukang  batu  menjawab, “Ya  Rasulullah,  pekerjaan  saya ini  membelah  batu  setiap  hari, dan  belahan  batu  itu  saya  jual ke  pasar.  Lalu  hasilnya  saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga  saya.  Karena  itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah  adalah  manusia paling mulia. Tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat  tangan  si  tukang  batu yang  kasar  karena  mencari nafkah  yang  halal,  Rasul  pun menggenggam  tangan  itu,  dan menciumnya  seraya  bersabda, “Inilah  tangan  yang  tidak  akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.” Cerita  itu  menunjukkan bahwa  jihad  tidak  terbatas berperang  membela  agama, tetapi  mencari  nafkah  juga disebut jihad. Mempertahankan harta benda juga termasuk jihad. Sebagaimana hadits Rasulullah:“Barang  siapa  yang berperang  mempertahankan hartanya  kemudian  terbunuh, maka  ia  adalah  syahid, barang siapa yang berperang mempertahankan  darahnya maka  ia  adalah  syahid,  dan barang siapa yg berperang mempertahankan  keluarganya maka ia adalah syahid. (HR AnNasai) Rasulullah  menyebut syahid  orang  yang  membela keluarganya,  hartanya,  tanah airnya juga bangsanya dengan niat karena Allah. Wallahu a’lam bissawab.**

(Disarikan dari Materi Keagamaan Cinta Tanah Air, yang disampaikan pada acara Training Orinetasi PKS, mewakili Kepala Kantor Kemenag Polman, Ahad, 19 Januari 2020 di Hotel Bumi Raya Pekkabata,

Penulis : Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (ASN Kemenag Polman / Wakil Sekretaris Pokjawas Madrasah)

Acc/Editor : Ahmad F. (Inmas Kemenag Polman)


Download File : Pengertian+Patriotisme,+Ciri+dan+Contoh+Sikap+Patriotisme+Menurut+Para+Ahli+Terlengkap.png



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan