CAMMANA: RABIAH AL ADAWIYYAH DARI TANAH MANDAR
Seorang Tobaine Mandar, Pecinta Nabi, Penabuh Rebana

By Administrator 08 Sep 2020, 09:42:08 WIB | dibaca 150 kali Renungan
CAMMANA: RABIAH AL ADAWIYYAH DARI TANAH MANDAR

Keterangan Gambar : Gambar milik Muhammad Ridwan Alimuddin


Mengutip sebuah catatan Muhammad Ridwan Alimuddin dalam sebuah film dokumenter di akun chanel Youtube miliknya, Cammana adalah pemilik Piagam Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebudayaan pada 27 Maret 2010 silam.  Ia Seorang Tobaine Mandar, Pecinta Nabi, Penabuh Rebana.

Kediaman Ibu Cammana terletak di Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Sebuah kampung dekat Sungai Mandar. Sekitar 4 km dari kota kecil Tinambung atau 290 km ke arah utara dari Makassar.

Ibu Cammana lahir di salah satu "Appe Banua Kaiyyang; Empat Negeri Besar" yang membentuk Kerajaan Balanipa, yakni Samasundu, pada tahun 1944.

Setelah menikah, kemampuannya memainkan rebana semakin membaik, Cammana membagi ilmu teknik menabuh rebana dan membentuk group "Parrawana Tobaine". Cammana mengembangkan teknik tabuhan, mencipta syair sendiri serta iramanya untuk kemudian mewariskan ilmunya pada anak, cucu, tetangga serta orang-orang yang berguru padanya.

"Pada dasarnya saya tidak punya guru secara khusus, saya sendiri yang mencipta lagu dengan melihat kitab-kitab Tasawuf milik kakek yang berguru ke Imam Lapeo" tutur ibu Cammana.

Imam Lapeo atau K.H. Muhammad Tahir adalah penyebar Islam di Mandar yang hidup pada 1839-1952. Lahir di Pambusuang, sekitar 20 km dari kampung Cammana. Imam Lapeo mengajarkan tasawuf di Mandar. Dikenal sebagai seorang wali.

Cammana pernah ke beberapa tempat di luar Mandar untuk bermain rebana, diantaranya Singapura (1995), Sulawesi Tengah (1997), Festival Seni Tradisional Sulawesi Selatan di Makassar (2000, 2001, 2002), Padhang Bulan di Jawa Timur (2003), Yogyakarta (2003 dan 2006), dan Semalam di Tanah Mandar di Jakarta (2007).

Ibu Cammana, selain memiliki Piagam Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebudayaan pada Tahun 2010 ia juga pernah mendapatkan Anugerah Sipakaraya pada tanggal 27 September 2009 dan Tipalayo Award pada tanggal 28 Desember 2009.

Kini, ia telah tutup usia pada hari Senin (07/09/2020).
Selamat jalan wahai wanita hebat,  Rabi'ah al-Adawiyyah dari Tanah Mandar.
Kembalilah pada Nya birhodiyain mardiyyah…

Silahkan akses video dokumenternya pada : https://www.youtube.com/watch?v=ZI6O4RhtnGM


Download File : CAMAMANA_SAMPUL.jpg



Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Berita Foto

Daftar Agenda

Jejak Pendapat

Bagaimana Pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar?
  Biasa Saja
  Baik
  Ramah
  Memuaskan